Thursday, December 25, 2025

Artikel 1 Pengenalan Aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM)

Artikel ini membahas pengenalan Rapor Digital Madrasah (RDM), mulai dari pengertian, tujuan pengembangan, hingga jenis akun yang tersedia di aplikasi. Silakan gunakan Daftar Isi di bawah untuk lompat ke bagian yang diperlukan.

1. Apa Itu RDM?

Rapor Digital Madrasah (RDM) adalah aplikasi penilaian hasil belajar yang juga dapat berfungsi sebagai bank nilai bagi madrasah. RDM dapat digunakan secara fleksibel, baik pada madrasah dengan sistem paket maupun SKS.

2. Tujuan Pengembangan RDM

Pengembangan RDM bertujuan untuk mendukung madrasah berbasis digital melalui pemanfaatan teknologi informasi secara optimal. Selain itu, RDM membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan penilaian hasil belajar, sehingga layanan data dapat diberikan secara cepat, tepat, dan akurat.

Situs resmi RDM: www.rdm.kemenag.go.id

2.a Mengapa RDM Penting bagi Madrasah di Era Digital

Di era digital, pengelolaan data akademik tidak lagi cukup dilakukan secara manual atau terpisah-pisah menggunakan spreadsheet. Madrasah menghadapi tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi, baik dari internal lembaga maupun dari pemangku kebijakan. Rapor Digital Madrasah (RDM) hadir sebagai solusi terpusat untuk menjawab tantangan tersebut.

RDM membantu madrasah mengelola nilai, rapor, dan data akademik secara konsisten, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri. Dengan sistem terintegrasi, potensi kesalahan input, duplikasi data, serta kehilangan arsip nilai dapat diminimalkan. Hal ini sangat penting terutama saat proses pelaporan, audit akademik, dan evaluasi mutu pendidikan.

Selain aspek teknis, RDM juga mendukung transformasi budaya kerja madrasah menuju sistem yang lebih transparan dan berbasis data. Guru, wali kelas, operator, hingga kepala madrasah memiliki peran yang jelas dan saling terhubung dalam satu sistem yang sama.

2.b RDM dalam Praktik Pengelolaan Nilai di Madrasah

Dalam praktik sehari-hari, RDM digunakan oleh berbagai peran dengan alur kerja yang saling berkaitan. Operator bertugas menyiapkan struktur data seperti kelas, mata pelajaran, dan pengaturan awal sistem. Guru kemudian menginput nilai sesuai kewenangan masing-masing, sementara wali kelas melengkapi data pendukung seperti absensi dan catatan perkembangan siswa.

Kepala madrasah dan wakil kepala madrasah bidang kurikulum berperan sebagai pengawas internal yang memantau progres pengisian nilai serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal. Dengan sistem ini, keterlambatan atau kekeliruan dapat segera terdeteksi tanpa harus menunggu proses cetak rapor.

Tanpa pemahaman konsep kerja RDM, sering terjadi kesalahpahaman, misalnya menganggap sistem bermasalah padahal penyebabnya adalah alur kerja yang belum lengkap. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh sejak tahap pengenalan sangat menentukan kelancaran penggunaan RDM di madrasah.

2.c Kesalahan Umum dalam Menggunakan RDM oleh Pengguna Baru

Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap RDM sebagai aplikasi daring sepenuhnya, padahal sebagian madrasah menggunakan RDM versi lokal (XAMPP atau VDI). Kesalahpahaman ini sering menyebabkan operator mencoba mengakses RDM dari jaringan luar dan mengira sistem mengalami gangguan.

Kesalahan lain adalah kurangnya pengelolaan akun dan hak akses. Memberikan akses yang tidak sesuai peran dapat berakibat pada perubahan data yang tidak semestinya. Selain itu, banyak pengguna pemula yang belum memahami pentingnya backup data sebelum melakukan pembaruan atau perubahan konfigurasi.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum ini sejak awal, madrasah dapat menghindari masalah berulang yang sebenarnya tidak berasal dari aplikasi, melainkan dari cara penggunaan yang kurang tepat.

2.d Panduan Lanjutan Setelah Memahami Pengenalan RDM

Setelah memahami pengenalan RDM, langkah selanjutnya adalah mempelajari panduan sesuai peran masing-masing pengguna. Operator perlu memahami konfigurasi teknis dan manajemen data, guru fokus pada pengisian nilai, sementara pimpinan madrasah memanfaatkan RDM sebagai alat monitoring dan pengambilan keputusan.

Untuk madrasah dengan kebutuhan akses fleksibel, penting juga memahami perbedaan antara RDM versi lokal dan RDM versi hosting. Pemahaman bertahap ini akan membantu madrasah menentukan model implementasi yang paling sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia.

Artikel pengenalan ini menjadi fondasi utama sebelum melanjutkan ke panduan teknis lanjutan agar proses belajar RDM berjalan runtut, efisien, dan tidak membingungkan pengguna baru.

3. Akun yang Ada di Aplikasi RDM

Di aplikasi RDM, terdapat beberapa jenis akun dengan fungsi yang berbeda. Berikut ringkasannya:

  1. Admin/Operator — Mengelola sinkron mata pelajaran, menambah mata pelajaran dan kelas, mengunggah data siswa dan data guru, mengatur mengajar guru, serta memperbarui profil madrasah.
  2. Guru dan Wali Kelas — Guru dapat mengatur beban jam, menginput nilai harian, PAS/PAT, serta nilai keterampilan. Jika menjadi pembina/pengampu ekstrakurikuler, guru menginput nilai ekstrakurikuler. Sebagai wali kelas, guru dapat memperbarui data siswa, mengisi sikap sosial dan spiritual, absensi, serta mencetak rapor.
  3. Kepala Madrasah — Memantau status nilai dari semua guru dan dapat mengunci nilai yang sudah terkirim.
  4. Waka Kurikulum — Memantau status nilai dari semua guru dan dapat mengunci nilai yang sudah terkirim.
  5. Staf Tata Usaha — Memantau status nilai serta dapat membantu admin untuk unggah data siswa, data guru, dan pengaturan mengajar guru (sesuai kewenangan).

Daftar Pustaka

  • Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor B-1189/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/10/2024 tentang Panduan Penggunaan Aplikasi Rapor Digital Madrasah. 3 Oktober 2024.

Seri Panduan RDM
Artikel 1 dari 5 — Pengenalan RDM