Panduan PANDI

Domain Indonesia sch.id ac.id co.id SOP Operator

Persyaratan Domain Indonesia untuk Sekolah/Madrasah: Panduan .sch.id, .ac.id, .co.id + Contoh Surat (PDF)

Sering mentok saat daftar domain sekolah karena dokumen “kurang satu”, format file tidak sesuai, atau bingung bedakan syarat .sch.id, .ac.id, dan .co.id? Di artikel ini, saya rangkum persyaratan domain Indonesia yang umum dipakai (mengacu proses verifikasi registrar yang ditunjuk PANDI / Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), plus contoh dokumen, gambar contoh surat, dan langkah praktis agar pengajuan Anda lebih lancar.

Catatan cepat untuk operator: Targetkan “dokumen rapi dulu” (PDF, jelas, tidak terpotong, ukuran sesuai). Setelah domain aktif, barulah rapikan DNS (Domain Name System / sistem penamaan domain) untuk subdomain seperti rdm.

Ringkasan Cepat

  • Domain Indonesia adalah domain berakhiran .id (misalnya: .sch.id, .ac.id, .co.id, .or.id) yang menegaskan identitas lokal.
  • Untuk .sch.id, umumnya diminta: KTP/Paspor penanggung jawab, surat permohonan kepala sekolah, dan surat kuasa kepala sekolah.
  • Dokumen idealnya PDF (Portable Document Format), jelas, tidak terpotong, dan ukuran file mengikuti batas unggah formulir.
  • Verifikasi umumnya memakan waktu 1–3 hari kerja (bergantung proses registrar).
  • Jika domain berupa singkatan, jelaskan kepanjangannya dalam surat pernyataan.

Artikel turunan (placeholder): Template surat .sch.id (PDF)Checklist dokumen (1 halaman)

Untuk Apa Artikel Ini?

Artikel ini cocok untuk kepala sekolah/kepala madrasah, operator, guru, dan admin TU (Tata Usaha) yang ingin:

  • Memilih ekstensi domain yang tepat.
  • Menyiapkan dokumen tanpa bolak-balik revisi.
  • Menata subdomain rapi untuk layanan seperti RDM (Rapor Digital Madrasah).

Artikel turunan (placeholder): Panduan DNS untuk RDM (ringkas)

1) Apa Itu Domain Indonesia (.id) dan Jenis Ekstensinya

Domain Indonesia merupakan istilah untuk ccTLD (Country Code Top Level Domain / domain tingkat atas kode negara) Indonesia, yaitu .id. Di bawahnya ada beberapa ekstensi yang disesuaikan dengan jenis institusi, seperti: .sch.id untuk sekolah, .ac.id untuk perguruan tinggi, .co.id untuk badan usaha, .or.id untuk organisasi, dan seterusnya.

Artikel turunan (placeholder): Perbandingan .sch.id vs .ac.id vs .co.id

2) Bedanya gTLD dan Domain Indonesia (ccTLD)

gTLD (generic top-level domain / domain tingkat atas umum) adalah domain generik seperti .com, .net, .org, atau .info. Sedangkan domain Indonesia memiliki ciri lokal yaitu akhiran .id. Untuk kebutuhan sekolah/madrasah, .sch.id sering dipilih karena mudah dikenali sebagai institusi pendidikan.

Tip SEO (Search Engine Optimization / optimasi mesin pencari): yang paling berdampak biasanya tetap kualitas konten dan struktur situs. Domain .id membantu menegaskan identitas lokal—terutama jika audiens Anda memang Indonesia.

Artikel turunan (placeholder): SEO untuk domain sekolah (praktis)

3) Kenapa Sekolah/Madrasah Butuh Domain Indonesia

Secara praktis, domain Indonesia membuat identitas digital sekolah lebih jelas dan “terasa lokal”. Pengunjung juga cenderung lebih percaya pada alamat yang sesuai institusi. Dari sisi operasional, domain rapi sangat membantu saat Anda membagikan tautan layanan ke guru, wali kelas, dan admin TU (Tata Usaha).

Jika madrasah Anda mengelola aplikasi seperti RDM (Rapor Digital Madrasah), domain yang rapi membuat pembagian link jauh lebih mudah—lebih sedikit salah ketik, lebih gampang diingat, dan tampak profesional.

Artikel turunan (placeholder): SOP “Satu Link Resmi” untuk RDM

4) Contoh RDM Menggunakan Domain Sekolah (.sch.id) — Klik Langsung

Berikut contoh implementasi yang sering dicari operator: RDM dipasang pada subdomain rdm di domain sekolah. Silakan klik nama sekolah, link akan terbuka di tab/jendela baru.

Artikel turunan (placeholder): Contoh format link RDM yang rapi

5) Persyaratan Pendaftaran Domain Indonesia (Ringkas, Tapi Lengkap)

Berikut inti persyaratan yang perlu disiapkan saat mendaftarkan domain Indonesia. Ingat: keputusan disetujui/tidaknya pendaftaran berada pada verifikasi registrar (penyedia domain) dan kebijakan yang berlaku.

Catatan Wajib (Sebelum Upload Dokumen)
  • Dokumen idealnya berupa salinan digital (scan/foto) dalam format PDF (Portable Document Format) dan diunggah melalui formulir online.
  • Pastikan dokumen jelas, tidak terpotong, dan ukuran file mengikuti batas unggah di formulir.
  • Untuk .sch.id, nama institusi sebaiknya tercantum di kop surat.
  • Jika nama domain berupa singkatan, jelaskan dalam surat pernyataan.

Artikel turunan (placeholder): Cara kompres PDF tanpa buram

6) Persyaratan per Ekstensi Domain (Tabel)

Tabel di bawah ini adalah ringkasan dokumen yang umum diminta pada proses verifikasi. Gunakan sebagai checklist awal, lalu ikuti ketentuan di formulir registrar yang Anda gunakan.

Ekstensi Persyaratan Dokumen (umum)
.ac.id Scan/foto KTP/Paspor penanggung jawab; scan/foto SK Depdiknas pendirian lembaga; scan/foto Akta Notaris pendirian / SK Rektor (pimpinan lembaga); scan/foto Surat Kuasa pimpinan lembaga kepada penanggung jawab untuk pendaftaran domain.
.sch.id Scan/foto KTP/Paspor penanggung jawab; scan/foto Surat Permohonan Kepala Sekolah; scan/foto Surat Kuasa Kepala Sekolah kepada penanggung jawab untuk pendaftaran domain. Untuk pendidikan non-formal yang diakui SKPD: lampirkan SK Pendirian Lembaga dari kementerian/SKPD terkait.
.co.id Scan/foto KTP/Paspor penanggung jawab; scan/foto NIB (Nomor Induk Berusaha); scan Surat Kepemilikan Merek (bila ada).
.web.id Scan/foto KTP/Paspor penanggung jawab.
.or.id Scan/foto KTP/Paspor penanggung jawab; scan/foto Akta Notaris atau SK internal organisasi.
.id / .my.id / .biz.id Umumnya tidak ada persyaratan dokumen khusus, namun tetap ikuti ketentuan registrar pada formulir pendaftaran.

Artikel turunan (placeholder): Checklist khusus .sch.id (printable)

7) Contoh Dokumen & Surat (Gambar) + Tips Format PDF

Di bawah ini contoh gambar dokumen yang sering dicari saat menyiapkan persyaratan. Anda bisa klik gambarnya untuk membuka ukuran lebih besar. Setelah itu, pastikan Anda menyimpan versi final sebagai PDF (Portable Document Format) agar mudah diunggah dan dibaca.

Persyaratan domain or.id (contoh)

Contoh surat permohonan sch.id

Contoh surat kuasa
Tip format PDF: pastikan tanda tangan, stempel (jika ada), tanggal surat, dan nama institusi terbaca jelas. Jika harus kompres, pilih kualitas “medium” dan uji buka PDF sebelum diunggah.

Artikel turunan (placeholder): Contoh surat pernyataan singkatan domain

8) SOP Pemula: Step-by-Step Daftar Domain Indonesia (Aman untuk Operator)

Bagian ini bisa dipakai kepala madrasah, operator, guru, maupun admin TU sebagai SOP sederhana. Fokusnya: dokumen rapi, proses cepat, minim revisi.

  1. Tentukan ekstensi domain sesuai kebutuhan (misalnya sekolah/madrasah: .sch.id).
  2. Tetapkan PIC (Person in Charge / penanggung jawab) yang datanya dipakai untuk pendaftaran.
  3. Siapkan dokumen inti sesuai ekstensi (lihat tabel persyaratan).
  4. Scan/foto dokumen dengan pencahayaan terang, lalu simpan sebagai PDF (Portable Document Format).
  5. Pastikan ukuran file mengikuti batas unggah (kompres bila perlu, tapi tetap terbaca).
  6. Untuk .sch.id, gunakan kop surat institusi; bila domain singkatan, buat surat pernyataan yang menjelaskan kepanjangan dan kaitannya.
  7. Upload dokumen melalui formulir online sesuai panduan hosch.id/registrar.
  8. Tunggu verifikasi dan respons cepat bila ada catatan perbaikan.
  9. Jika domain aktif, lanjutkan ke tahap teknis: arahkan DNS ke hosting/aplikasi yang dibutuhkan.

Artikel turunan (placeholder): SOP domain untuk operator (1 halaman)

9) Setelah Domain Aktif: DNS, Subdomain RDM, dan HTTPS

Setelah domain aktif, pekerjaan berikutnya adalah menata DNS (Domain Name System / sistem penamaan domain) agar domain mengarah ke layanan yang tepat. Untuk madrasah, skenario yang paling sering dipakai adalah membuat subdomain seperti: rdm.nama-sekolah.sch.id untuk RDM (Rapor Digital Madrasah), atau subdomain lain untuk profil/website.

Keamanan wajib: aktifkan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) dengan SSL/TLS (Secure Sockets Layer / Transport Layer Security) agar login dan sesi pengguna lebih aman.

Artikel turunan (placeholder): Panduan SSL/HTTPS untuk RDMCara membuat subdomain rdm (ringkas)

10) Troubleshooting Pengajuan Domain (Masalah Umum + Penyebab + Solusi)

1) Dokumen Ditolak karena Bukan PDF

  • Penyebab: file masih JPG/PNG atau hasil “print” tidak tersimpan sebagai PDF.
  • Solusi: gunakan fitur scan to PDF atau konversi file menjadi PDF; pastikan PDF dapat dibuka normal sebelum upload.

2) Ukuran File Melebihi Batas Unggah

  • Penyebab: resolusi scan terlalu tinggi atau foto terlalu detail.
  • Solusi: kompres PDF (mode medium), atau scan ulang dengan kualitas seimbang: jelas tapi ringan.

3) Dokumen Tidak Jelas / Terpotong

  • Penyebab: pencahayaan kurang, kamera miring, atau tanda tangan/stempel tidak masuk frame.
  • Solusi: foto ulang di tempat terang, ratakan dokumen, pastikan semua elemen penting terlihat utuh.

4) Pengajuan .sch.id Diminta Kop Surat

  • Penyebab: surat permohonan/kuasa tanpa kop atau nama institusi tidak tercantum jelas.
  • Solusi: gunakan kop surat resmi; pastikan nama institusi konsisten dengan dokumen lain.

5) Nama Domain Singkatan Diminta Penjelasan Tambahan

  • Penyebab: verifikator perlu memastikan singkatan terkait institusi.
  • Solusi: buat surat pernyataan kepanjangan singkatan + alasan pemilihan domain + hubungan dengan institusi.

6) Verifikasi Lebih Lama dari Perkiraan

  • Penyebab: antrean verifikasi padat atau ada catatan dokumen butuh klarifikasi.
  • Solusi: cek email/notifikasi dari registrar, siapkan revisi cepat, dan rapikan dokumen sejak awal agar tidak bolak-balik.

Artikel turunan (placeholder): Penyebab domain ditolak & cara revisi

FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari (Domain .id untuk Sekolah/Madrasah)

1) Untuk sekolah/madrasah, lebih baik pakai .sch.id atau .web.id?

Jika tujuan Anda “alamat institusional”, .sch.id biasanya lebih kuat secara identitas. Jika ingin cepat dan sederhana, .web.id bisa jadi opsi. Pilih sesuai kebutuhan dan kesiapan dokumen.

2) Apakah domain .sch.id wajib untuk menjalankan RDM (Rapor Digital Madrasah)?

Tidak wajib. RDM bisa berjalan di subdomain lain. Namun, .sch.id membuat alamat lebih rapi dan “terasa resmi” saat dibagikan ke guru.

3) Kenapa harus pakai kop surat untuk .sch.id?

Umumnya untuk memperjelas identitas institusi pada surat permohonan/kuasa. Kop surat membantu verifikator membaca nama lembaga secara konsisten.

4) Kalau domain saya singkatan, apa yang harus disiapkan?

Siapkan surat pernyataan yang menjelaskan kepanjangan singkatan dan kaitannya dengan institusi, agar verifikasi lebih mulus.

5) Format dokumen terbaik untuk upload apa?

PDF (Portable Document Format) paling aman karena rapi, mudah dibaca, dan minim masalah kompatibilitas saat verifikasi.

6) Berapa lama proses verifikasi domain Indonesia?

Umumnya 1–3 hari kerja, namun bisa lebih cepat/lambat tergantung antrean verifikasi dan kelengkapan dokumen.

7) Apakah saya bisa pakai KTP operator sebagai penanggung jawab?

Bisa, selama sesuai kebutuhan kebijakan pendaftaran dan ada surat kuasa yang jelas dari pimpinan. Pastikan PIC (Person in Charge / penanggung jawab) konsisten.

8) Setelah domain aktif, langkah teknis pertama apa?

Menata DNS (Domain Name System / sistem penamaan domain) agar domain/subdomain mengarah ke hosting. Untuk RDM, umumnya membuat subdomain rdm.

9) Apa gunanya HTTPS dan SSL/TLS untuk domain sekolah?

HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) dengan SSL/TLS (Secure Sockets Layer/Transport Layer Security) membantu melindungi data login dan sesi pengguna, terutama untuk aplikasi seperti RDM.

10) Jika dokumen ditolak, apa yang paling sering menjadi penyebabnya?

Paling sering: bukan PDF, buram/terpotong, nama institusi tidak konsisten, atau surat tanpa kop. Perbaiki poin itu dulu sebelum upload ulang.

11) Apakah hosch.id bisa membantu dari dokumen sampai domain aktif?

Ya. Anda bisa mulai dari menu Domain sch.id dan konsultasi via Contact Us untuk pendampingan alur dan kerapian dokumen.

Penutup: Dokumen Rapi Dulu, Domain Aman, Hosting Lebih Tenang

Mengurus domain Indonesia memang terlihat “administratif”, tetapi efeknya besar untuk kelancaran layanan digital sekolah. Jika dokumen Anda sudah rapi (PDF, jelas, tidak terpotong, ukuran sesuai) dan redaksi suratnya tepat (kop surat, kuasa, dan pernyataan singkatan bila perlu), proses verifikasi biasanya jauh lebih mulus. Setelah domain aktif, barulah hosting dan layanan seperti RDM bisa ditata lebih profesional, stabil, dan mudah dibagikan.

CTA halus: Mulai dari yang paling aman: buat folder “Dokumen Domain” (KTP/Paspor PIC, surat permohonan, surat kuasa, surat pernyataan singkatan). Setelah itu, lanjutkan penataan hosting dan subdomain sesuai kebutuhan madrasah.
↑ Kembali ke atas

Ingin Hosting RDM yang Stabil?

Dengan biaya terjangkau, Anda bisa menyesuaikan hosting RDM berdasarkan kebutuhan madrasah (jumlah siswa, jam akses, dan prioritas stabilitas).

Formulir Pendaftaran: ๐Ÿ“ Daftar di sini