SOP Operasional RDM · Hosch.id

SOP & Keamanan Akun Operator RDM

Panduan operasional untuk membantu madrasah mengelola akses, perubahan data, backup, pemulihan, musim rapor, penanganan insiden, dan serah-terima operator secara lebih tertib—tanpa menganggap semua instalasi RDM memiliki menu atau kemampuan yang sama.

AksesAkun, peran, autentikasi, dan serah-terima.
PerubahanBackup, approval internal, change record, dan rollback.
PemulihanVerifikasi arsip dan restore terkontrol.
InsidenTriase, bukti kendala, eskalasi, dan dokumentasi.
Status dokumen: SOP ini adalah panduan operasional Hosch.id, bukan dokumen resmi Kementerian Agama dan bukan pengganti petunjuk resmi aplikasi RDM. Menu, nama fitur, tipe akun, dan kemampuan teknis dapat berbeda menurut versi serta konfigurasi RDM yang digunakan. SOP membantu mengurangi risiko, bukan menjamin sistem bebas insiden.
01 · Prinsip operasional

Lima aturan sebelum menyentuh konfigurasi atau data.

Tujuannya bukan membuat prosedur rumit, tetapi mengurangi perubahan acak dan mempermudah pemulihan ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

01Verifikasi URL

Gunakan satu alamat aktif yang telah diuji dan hentikan penyebaran tautan lama setelah migrasi.

02Backup sebelum perubahan

Prioritaskan backup sebelum migrasi, perubahan semester, update besar, atau pekerjaan database.

03Hindari jam sibuk

Jadwalkan pekerjaan berat di waktu yang meminimalkan dampak kepada pengguna.

04Catat perubahan

Simpan waktu, pelaksana, alasan, tindakan, dan hasil.

05Diagnosis dulu

Bedakan masalah perangkat, jaringan, aplikasi, database, dan server sebelum mengubah konfigurasi.

02 · Peran & otorisasi

Hak akses mengikuti tugas, bukan senioritas atau kebiasaan.

Nama peran di bawah adalah model operasional. Menu dan tipe akun aktual tetap mengikuti versi RDM yang digunakan.

Role & responsibility matrix
PeranFokusPrinsip aksesHindari
Operator utamaKonfigurasi dan administrasi sesuai kewenangannya.Akun individual; akses administratif hanya bila diperlukan.Akun bersama tanpa jejak siapa melakukan perubahan.
Staf/TU/teknisiTugas pendukung yang didelegasikan.Gunakan akun/peran terpisah bila aplikasi mendukung.Memberi hak admin hanya demi kemudahan.
Guru/wali kelasInput/pengelolaan data sesuai peran.Akses terbatas ke fungsi yang dibutuhkan.Akses konfigurasi server/database.
Pimpinan/PJOtorisasi internal dan pengawasan proses.Menyetujui perubahan material sesuai kebijakan internal.Menggunakan akun operator hanya untuk monitoring.
04 · Account security

Keamanan operator dimulai dari akun individual dan kontrol sesi.

Password & authentication

Kredensial

  • Gunakan password panjang dan unik.
  • Hindari nama madrasah, tanggal lahir, nomor telepon, atau pola yang mudah ditebak.
  • Aktifkan MFA/2FA bila sistem atau provider mendukung.
  • Ganti kredensial ketika diduga bocor atau ketika akses petugas lama harus dicabut.
Device & session

Perangkat dan sesi

  • Gunakan perangkat yang dikelola dan diperbarui.
  • Logout setelah menggunakan perangkat bersama.
  • Jangan simpan password pada browser/perangkat publik.
  • Gunakan sesi/browser terpisah ketika menguji akun lain.
Jangan kirim password, OTP, private key, token, atau kredensial sensitif melalui grup WhatsApp, screenshot publik, atau tiket yang dapat dilihat banyak pihak.
05 · Backup & restore

Backup adalah titik pemulihan—bukan jaminan zero-data-loss.

Frekuensi backup mengikuti tingkat perubahan data, kemampuan sistem, kapasitas penyimpanan, dan konsekuensi kehilangan data. SOP ini tidak menetapkan satu interval universal untuk semua madrasah.

Prioritas backup

Kapan diprioritaskan

  • sebelum perubahan besar atau migrasi;
  • sebelum perubahan semester/configuration yang sulit dibatalkan;
  • lebih sering saat aktivitas input meningkat;
  • sebelum pekerjaan yang menyentuh database atau berkas aplikasi.
Storage & verification

Salinan yang dapat digunakan

  • jangan mengandalkan satu salinan pada server yang sama;
  • batasi akses ke arsip backup;
  • catat tanggal, sumber, dan konteks pembuatan backup;
  • uji pemulihan pada lingkungan yang sesuai bila memungkinkan dan aman.
Restore ke produksi harus terkontrol. Pemulihan dapat menimpa data yang lebih baru. Verifikasi sumber backup, waktu snapshot, dampak, dan persetujuan sebelum restore.
06 · Operator routine

Rutinitas ringan lebih berguna daripada perubahan besar yang jarang terdokumentasi.

Routine

Pemeriksaan operasional

  • uji URL aktif;
  • periksa laporan kendala;
  • catat perubahan/gangguan relevan;
  • lihat indikator kapasitas bila tersedia.
Periodic review

Pemeriksaan berkala

  • tinjau akun aktif;
  • periksa backup terbaru;
  • evaluasi kebutuhan kapasitas;
  • perbarui daftar kontak eskalasi.
07 · Peak season

Saat musim rapor, kurangi perubahan dan tingkatkan observabilitas.

01Petakan jam sibuk

Gunakan data/pengalaman periode sebelumnya untuk mengetahui waktu akses tertinggi.

02Atur jadwal bila perlu

Pembagian waktu input hanya digunakan bila akses serentak terbukti menimbulkan masalah.

03Tunda pekerjaan berat

Hindari migrasi dan perubahan konfigurasi besar ketika input aktif.

04Satu jalur laporan

Minta waktu, halaman, pesan error, dan screenshot tanpa kredensial.

05Backup sesuai risiko

Berikan perhatian lebih ketika perubahan data berlangsung cepat.

08 · Change control

Perubahan kritis harus punya alasan, backup, uji, dan jalan kembali.

Gunakan prosedur ini untuk migrasi, perubahan semester, impor massal, perubahan konfigurasi, atau pekerjaan lain yang berdampak luas.

01Definisikan

Apa yang berubah, siapa menyetujui, dan dampak yang diharapkan.

02Backup

Sediakan titik pemulihan yang relevan sebelum tindakan.

03Uji

Gunakan sampel atau lingkungan uji bila memungkinkan.

04Implementasi

Kerjakan sesuai rencana dan hindari perubahan tambahan yang tidak perlu.

05Verifikasi

Periksa fungsi dan keluaran yang terdampak.

06Rollback / Record

Kembalikan bila kriteria gagal terpenuhi, lalu catat hasil dan tindak lanjut.

09 · Incident response

Insiden dimulai dengan triase, bukan percobaan konfigurasi acak.

Pisahkan masalah lokal dari masalah aplikasi/server, kumpulkan bukti secukupnya, lalu eskalasi ke pihak yang memang memiliki akses dan kewenangan.

IdentifyCatat waktu, URL, akun/peran terdampak, pesan error, dan luas dampak.
IsolateUji browser, perangkat, jaringan, atau akun lain untuk mempersempit sumber gangguan.
EscalateBerikan bukti yang relevan kepada teknisi/provider; jangan mengirim kredensial sensitif.
Format laporan: Institusi: ... | URL: ... | Waktu: ... | Dampak: ... | Pesan error: ... | Uji yang sudah dilakukan: ... | Screenshot aman: ...
Jika diduga terjadi kompromi akun: prioritaskan pembatasan akses, perubahan kredensial yang relevan, pencatatan waktu kejadian, penyimpanan log/bukti yang tersedia, dan eskalasi. Jangan menghapus bukti insiden sebelum kebutuhan pemeriksaan dipertimbangkan.
10 · Handover

Pergantian operator harus memindahkan kontrol, bukan sekadar password.

URL & providerInventaris domain/subdomain, URL aktif, dan kontak penyedia terkait.
Akun & peranDaftar akun yang masih diperlukan dan siapa pemegang kewenangannya.
Revoke accessCabut/ubah akses petugas yang tidak lagi berwenang.
BackupPastikan backup terakhir tersedia dan lokasi penyimpanannya diketahui pihak yang berwenang.
Change & incident logSerahkan catatan perubahan dan insiden terbuka.
EscalationDokumentasikan prosedur serta kontak teknis.
Credential transferGunakan mekanisme aman; jangan menyimpan password aktif pada dokumen terbuka.
VerificationPastikan operator baru dapat mengakses fungsi yang memang menjadi tugasnya.
11 · Quick checklist

Checklist singkat sebelum periode kritis atau pergantian operator

URL RDM aktif telah diverifikasi.
HTTPS aktif pada halaman login.
Akun operator tidak digunakan bersama.
MFA/2FA digunakan bila tersedia.
Backup relevan tersedia sebelum perubahan kritis.
Salinan backup tidak hanya berada di satu lokasi/sistem.
Perubahan penting dicatat.
Akun lama ditinjau saat pergantian petugas.
Kontak eskalasi teknis tersedia.
Kredensial tidak dibagikan melalui kanal terbuka.

Gunakan SOP ini sebagai baseline, lalu sesuaikan dengan versi RDM dan kebijakan internal.

Untuk perubahan yang menyentuh domain, server, database, migrasi, backup, atau akses administratif, pastikan scope dan kewenangan jelas sebelum tindakan dilakukan.