Infrastruktur digital yang lebih mudah dipahami, dikelola, dan diteruskan.
Hosch.id berfokus pada kebutuhan digital sekolah dan madrasah—mulai dari domain dan website institusi hingga Hosting RDM, migrasi, dokumentasi akses, backup sesuai konfigurasi, serta tata kelola operasional. Fokusnya bukan sekadar membuat layanan aktif, tetapi membantu institusi memahami siapa mengelola apa dan bagaimana layanan dapat diteruskan ketika kebutuhan berubah.
Masalah digital institusi sering muncul bukan saat sistem dibuat, tetapi saat sistem harus diteruskan.
Banyak layanan digital sekolah dan madrasah tumbuh secara bertahap: domain didaftarkan lebih dulu, website dibuat pada platform tertentu, aplikasi akademik menyusul, kemudian operator berganti. Tanpa dokumentasi dan pembagian akses yang jelas, perubahan kecil dapat berkembang menjadi persoalan operasional.
Hosch.id dikembangkan untuk membantu merapikan lapisan tersebut—bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi akses, dokumentasi, migrasi, backup, support, dan handover.
Peran Hosch.id berada pada lapisan teknis dan operasional.
Batas yang jelas membuat ekspektasi lebih sehat: mana yang dapat dikerjakan Hosch.id, mana yang tetap menjadi kewenangan institusi, dan mana yang bergantung pada pihak ketiga.
Konfigurasi domain/DNS, website, hosting aplikasi, database, migrasi, HTTPS, dokumentasi, dan support pada komponen yang memang berada dalam ruang lingkup layanan.
Troubleshooting, perubahan akses, handover, dan koordinasi tindakan teknis dilakukan sesuai kewenangan serta kondisi sistem yang tersedia.
Penunjukan PIC, legitimasi instruksi, penggunaan data, konten, dan keputusan internal tetap berada pada pihak institusi yang berwenang.
Hosch.id tidak menggantikan pemerintah, PANDI, Registrar terakreditasi, platform eksternal, data center, atau penyedia jaringan yang digunakan.
Pengalaman dijelaskan melalui jejak implementasi, bukan customer count.
Statistik publik dipakai untuk memberi konteks terhadap pengalaman operasional dan metodologi dokumentasi.
Apa arti angka tersebut?
Satu institusi dapat memiliki beberapa hostname: website utama, subdomain RDM, portal, atau layanan lain. Karena itu angka endpoint tidak disamakan dengan jumlah pelanggan atau jumlah sekolah/madrasah.
Inventaris juga dapat berubah karena migrasi, penghentian layanan, restrukturisasi, atau deployment baru. Statistik tersebut dibaca sebagai snapshot, bukan dashboard real-time.
Metodologi, anonimisasi, dan batas interpretasi tersedia pada Jejak Implementasi.
Tiga lapisan untuk memisahkan identitas, aplikasi, dan tata kelola.
Kerangka ini membantu menjelaskan keputusan teknis tanpa menganggap semua institusi harus menggunakan konfigurasi yang sama.
Identity
Domain, DNS, subdomain, identitas registrasi, dan struktur alamat layanan.
Application
Website, RDM, database, runtime, hosting, HTTPS, dan integrasi sesuai kebutuhan.
Governance
Backup, retensi, akses, dokumentasi perubahan, support, dan handover.
Platform publikasi dan hosting aplikasi dipisahkan menurut fungsi.
Untuk sebagian implementasi, website dapat menggunakan Blogger dengan domain institusi. Ketersediaan platform dan fitur tetap mengikuti provider platform tersebut.
Aplikasi dapat menggunakan hosting/database terpisah agar resource, backup, migrasi, dan support dapat ditata sesuai kebutuhan layanan.
Hak akses administratif dibatasi sesuai kebutuhan. Peran data mengikuti aktivitas pemrosesan dan kebijakan yang relevan.
Data center, jaringan upstream, platform, dan Registrar memiliki dependensi serta kebijakan yang berada di luar kendali langsung Hosch.id.
Trust dibangun melalui mekanisme yang dapat ditelusuri.
Tentang Hosch.id tidak menetapkan angka SLA universal. Target layanan, maintenance, pengecualian, dan support dibaca pada dokumen khusus.
Apa yang termasuk, tidak termasuk, dan siapa yang berwenang dikonfirmasi sebelum implementasi.
Availability, response time, maintenance, exclusions, dan remedies mengikuti paket/SLA.
Konsultasi, billing, perubahan akun, dan eskalasi melalui kanal resmi Bantuan Admin.
Status & Changelog digunakan sebagai log publik statis, bukan dashboard server real-time.
Service Level Agreement · Bantuan Admin · Status & Changelog
Kendali aset digital tidak disederhanakan menjadi satu kata “kepemilikan”.
Domain, akun, konten, data, platform, dan akses teknis dapat memiliki status serta pemegang kendali yang berbeda.
Institutional control, documented.
Tujuannya adalah membantu institusi menjaga keberlanjutan layanan dengan akses, registrasi, handover, dan tanggung jawab yang lebih jelas.
Domain · Pelindungan Data Pribadi · Retensi Data · Syarat & Ketentuan
Akuntabilitas ditunjukkan melalui sistem kerja, bukan sekadar klaim profil.
Pengguna dapat menilai layanan melalui dokumen, boundary, support, dan jejak operasional yang konsisten.
Arah pengembangan dipisahkan dari kemampuan yang sudah tersedia.
Roadmap adalah rencana pengembangan. Fitur masa depan tidak diperlakukan sebagai layanan aktif sampai benar-benar tersedia dan diumumkan.
Penguatan inventaris aset, dokumentasi konfigurasi, change record, dan prosedur backup/pemulihan.
Eksplorasi self-service access, notifikasi, dan reporting. Belum diposisikan sebagai fitur aktif saat ini.
Eksplorasi interoperabilitas data dengan sistem relevan sesuai kebutuhan, keamanan, dan regulasi.
Pertanyaan yang paling penting sebelum bekerja bersama Hosch.id.
Apakah Hosch.id merupakan lembaga pemerintah atau bagian dari PANDI?
Apakah Hosch.id merupakan Registrar .id terakreditasi PANDI?
Apakah 120+ berarti lebih dari 120 pelanggan?
Apakah seluruh layanan memiliki availability atau backup yang sama?
Bagaimana jika operator institusi berganti?
Dokumen yang Membentuk Trust Hosch.id
Mulai dari kebutuhan nyata institusi.
Domain, website, Hosting RDM, migrasi, atau penataan akses—minta scope, dependensi, batas tanggung jawab, dan biaya final sebelum implementasi.