Domain, DNS, HTTPS & Lifecycle untuk Sekolah dan Madrasah
Panduan operasional Hosch.id untuk memahami jalur registrasi domain .id, menentukan kendali administratif dan teknis, mengelola DNS/HTTPS, merencanakan renewal, serta menyiapkan migrasi dan handover tanpa mencampuradukkan peran PANDI, Registrar, penyedia, dan institusi.
1. Mulai dari Identitas, Kewenangan & Kebutuhan
Sebelum mengajukan atau memindahkan domain, pastikan nama institusi, pihak yang berwenang, domain yang dibutuhkan, dan layanan yang bergantung pada domain sudah dipetakan.
Informasi institusi
- nama resmi institusi;
- nama domain yang diinginkan atau sudah dimiliki;
- kontak administratif yang dapat dipertahankan institusi;
- layanan yang akan menggunakan domain: website, email, RDM, atau lainnya.
Status dan ketergantungan
- ketersediaan/status domain melalui WHOIS/RDAP;
- Registrar/penyedia yang saat ini digunakan;
- siapa yang memegang akses akun dan DNS;
- record penting yang tidak boleh terputus saat perubahan.
2. PANDI, Registrar, Institusi & Hosch.id
Peran perlu dipisahkan agar pengguna tidak menganggap Hosch.id memiliki kewenangan Registri atau Registrar.
| Pihak | Peran utama | Bukan kewenangannya |
|---|---|---|
| PANDI | Registri nama domain .id dan pengelola kebijakan Registri. | Bukan kanal layanan Hosch.id dan bukan tempat Hosch.id menentukan keputusan registrasi. |
| Registrar terakreditasi | Menerima dan mengelola pendaftaran, pengelolaan, serta perpanjangan domain .id sesuai ketentuan yang berlaku. | Tidak menggantikan kewenangan institusi atas instruksi internalnya. |
| Institusi/registran | Menentukan kebutuhan, memberikan data/instruksi yang sah, dan menjaga kendali administratif yang relevan. | Tidak dapat mengabaikan kebijakan Registri/Registrar. |
| Hosch.id | Mendampingi kebutuhan, administrasi awal, DNS, integrasi, migrasi, dan dokumentasi sesuai scope layanan. | Bukan PANDI, bukan Registrar terakreditasi PANDI, dan tidak dapat menjamin pengajuan diterima. |
Batas peran layanan secara umum dijelaskan pada Status & Kedudukan Layanan Hosch.id.
3. Memilih Jenis Domain Institusi
Jenis domain dipilih berdasarkan peruntukan dan eligibility yang berlaku, bukan hanya karena terlihat formal atau populer.
| Namespace | Konteks umum | Keputusan praktis |
|---|---|---|
| .sch.id | Institusi pendidikan yang memenuhi peruntukan dan persyaratan yang berlaku. | Gunakan bila status dan dokumen institusi sesuai. |
| .ac.id | Perguruan tinggi/institusi akademik yang memenuhi ketentuan terkait. | Jangan dipakai hanya karena nama institusi bersifat akademik. |
| .id | Domain tingkat dua .id dengan ketentuan pendaftaran yang berlaku. | Pertimbangkan kebutuhan identitas, ketersediaan nama, dan governance. |
| Namespace lain | .co.id, .or.id, .ponpes.id, dan pilihan lain memiliki konteks masing-masing. | Verifikasi peruntukan terkini sebelum pengajuan. |
Persyaratan rinci sengaja tidak digandakan pada halaman ini. Gunakan Panduan Registrasi Domain .id dan sumber resmi PANDI/Registrar untuk pengajuan aktual.
4. Dokumen & Verifikasi: Apa yang Hosch.id Lakukan
Hosch.id dapat membantu pemeriksaan administratif awal, tetapi keputusan registrasi/verifikasi tetap mengikuti jalur Registri/Registrar.
Pemeriksaan awal
- konsistensi nama institusi pada dokumen;
- keterbacaan berkas;
- kecocokan umum namespace dengan jenis institusi;
- kelengkapan informasi sebelum diteruskan ke jalur registrasi.
Keputusan final
- menetapkan kebijakan domain .id;
- menjamin pengajuan pasti disetujui;
- mengubah keputusan Registri/Registrar;
- menyatakan dokumen sah secara hukum di luar konteks layanan.
5. Harga, Masa Aktif & Renewal
Harga domain tidak dikunci pada halaman teknis ini agar tidak menjadi angka usang atau disalahartikan sebagai tarif resmi PANDI.
Yang harus dikonfirmasi sebelum transaksi
- biaya pendaftaran atau perpanjangan pada Registrar/penyedia yang digunakan;
- masa aktif yang dipesan;
- pajak atau biaya tambahan bila berlaku;
- jasa pendampingan Hosch.id bila termasuk;
- biaya DNS, migrasi, atau pekerjaan teknis tambahan bila ada.
Estimasi komersial Hosch.id ditempatkan pada Paket Layanan agar satu sumber harga lebih mudah dipelihara.
Renew sebelum masa aktif berakhir
Institusi sebaiknya mencatat tanggal kedaluwarsa dan melakukan renewal lebih awal. Konsekuensi setelah domain kedaluwarsa, termasuk status yang tersedia untuk pemulihan atau pelepasan kembali, mengikuti kebijakan Registri/Registrar yang berlaku pada saat itu.
Tidak digunakan angka grace-period tetap di halaman ini karena aturan dapat berubah dan dapat berbeda menurut kondisi domain.
6. DNS, HTTPS & Strategi Subdomain
Domain, DNS, dan layanan di belakang domain adalah lapisan yang berbeda. Kesalahan DNS dapat memutus website, email, atau aplikasi meskipun domain masih aktif.
Arah ke alamat IP
Digunakan ketika host diarahkan ke alamat IPv4/IPv6 sesuai arsitektur layanan.
Alias host
Digunakan pada skenario yang mendukung alias nama host ke target lain.
Email & verifikasi
Dapat digunakan untuk routing email, SPF/DKIM/DMARC, dan verifikasi layanan sesuai kebutuhan.
Enkripsi koneksi
TLS membantu melindungi data dalam perjalanan, tetapi tidak menggantikan keamanan aplikasi, akun, backup, atau patching.
| Host | Contoh fungsi | Catatan governance |
|---|---|---|
| www.domain.sch.id | Website institusi. | Pastikan platform dan PIC pengelola terdokumentasi. |
| rdm.domain.sch.id | RDM/aplikasi akademik. | DNS tidak sama dengan hosting; server/aplikasi tetap memiliki lifecycle sendiri. |
| portal.domain.sch.id | Portal layanan. | Tentukan siapa pemilik akun dan pihak yang bertanggung jawab terhadap konten/akses. |
7. Migrasi Domain, DNS & Server
Migrasi harus diperlakukan sebagai perubahan terencana karena satu record DNS dapat memengaruhi lebih dari satu layanan.
- Inventaris: dokumentasikan domain, Registrar, DNS, record, aplikasi, database, email, sertifikat, dan akun.
- Backup: siapkan salinan data/config yang relevan dan dapat diverifikasi.
- Persiapan tujuan: uji website/aplikasi sebelum cutover.
- Perubahan DNS: lakukan setelah tujuan siap dan perubahan disetujui.
- Verifikasi: periksa resolusi DNS, HTTPS, login, email, fungsi aplikasi, dan integritas data.
- Rollback/handover: pertahankan jalur pemulihan dan dokumentasikan konfigurasi akhir.
8. Domain sebagai Titik Masuk, Bukan Seluruh Infrastruktur
Satu domain dapat menghubungkan banyak layanan dengan pemilik akun, provider, risiko, dan tanggung jawab yang berbeda.
Identitas & publikasi
- website profil;
- berita dan agenda;
- kontak institusi;
- dokumen publik.
Layanan operasional
- RDM/aplikasi akademik;
- portal internal;
- email;
- layanan pihak ketiga terintegrasi.
Untuk pemetaan yang lebih lengkap, lihat Arsitektur Infrastruktur Hosch.id.
9. Skenario Implementasi
Skenario ini adalah ilustrasi keputusan, bukan klaim bahwa semua institusi memiliki kebutuhan atau konfigurasi yang sama.
Belum memiliki domain
Pilih namespace yang sesuai, siapkan data/dokumen, tentukan PIC, lalu lakukan registrasi melalui jalur Registrar dan konfigurasi DNS setelah aktif.
Sudah memiliki domain
Jangan mendaftarkan domain baru tanpa kebutuhan. Audit Registrar, akses, DNS, masa aktif, HTTPS, email, dan aplikasi yang sudah bergantung pada domain.
Migrasi hosting RDM
Pertahankan domain/subdomain bila masih sesuai; fokus pada backup, server tujuan, database, cutover DNS, dan verifikasi pascamigrasi.
Akses domain tidak diketahui
Identifikasi registran, Registrar/penyedia, email administrasi, dan pengelola DNS terlebih dahulu sebelum meminta perubahan.
10. Ownership vs Control: yang Perlu Dicatat Institusi
Gunakan istilah kendali administratif dan teknis secara tepat. Jangan menggeneralisasi seluruh aset digital sebagai "milik" satu pihak tanpa melihat registrasi, akun, platform, lisensi, dan kesepakatan.
Yang sebaiknya terdokumentasi
- siapa registran/kontak domain yang tercatat;
- siapa memiliki akses Registrar dan DNS;
- email/nomor recovery yang digunakan;
- siapa mengelola website, email, dan aplikasi;
- record DNS penting dan riwayat perubahan;
- tanggal renewal domain dan sertifikat.
Yang perlu dibedakan
- registrasi domain vs akun provider;
- kendali DNS vs kepemilikan konten;
- domain aktif vs server/aplikasi sehat;
- HTTPS vs keamanan aplikasi;
- akses teknis Hosch.id vs kewenangan institusi.
11. Operasional, Status, SLA & Third Party
Domain dapat aktif ketika hosting bermasalah, atau sebaliknya. Karena itu troubleshooting harus membedakan status domain, DNS, sertifikat, hosting, aplikasi, dan pihak ketiga.
| Lapisan | Contoh masalah | Rujukan |
|---|---|---|
| Registrasi | Status domain, masa aktif, verifikasi, kebijakan Registrar/Registri. | PANDI / Registrar |
| DNS | Record salah, nameserver, propagasi, konfigurasi email/subdomain. | Domain & pengelola DNS |
| HTTPS | Sertifikat tidak valid, hostname tidak cocok, pembaruan gagal. | Platform/server terkait |
| Hosting/aplikasi | Server, database, aplikasi, resource, error login. | Hosting RDM / provider terkait |
Target availability/response tidak ditentukan oleh halaman Domain. Gunakan SLA. Catatan gangguan/perubahan publik berada pada Status & Changelog.
12. Bantuan & Layanan Terkait
Hosch.id dapat membantu pemeriksaan kebutuhan, persiapan administrasi awal, DNS, integrasi, migrasi, dan handover sesuai scope. Keputusan Registri/Registrar tetap berada di jalur terkait.
Rujukan yang tidak perlu diduplikasi di halaman ini
Rujukan Resmi Domain .id
Rujukan resmi yang diverifikasi saat audit mencakup Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI v10.0 bertanggal 29 Agustus 2025. PANDI juga menjalankan uji publik pengembangan kebijakan pada Juli-Agustus 2026, sehingga pengajuan aktual tetap perlu memeriksa ketentuan terbaru yang berlaku.
Butuh bantuan mengaudit domain institusi?
Sampaikan domain, Registrar/penyedia yang diketahui, akses yang tersedia, layanan yang terhubung, serta kebutuhan renewal, DNS, migrasi, atau handover. Jangan kirim password, OTP, token, atau private key.
Buka Bantuan AdminPanduan operasional ini tidak menggantikan kebijakan Registri/Registrar yang berlaku pada saat pengajuan.