Artikel ini disusun sebagai panduan edukatif untuk membantu madrasah memahami pembagian fitur dan peran pengguna dalam aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM). Informasi disajikan untuk tujuan literasi sistem dan tata kelola pendidikan, bukan sebagai dokumentasi resmi aplikasi maupun promosi layanan tertentu. Implementasi fitur dapat berbeda sesuai kebijakan dan konfigurasi madrasah.
Aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) menawarkan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan data pendidikan di madrasah. Menariknya, RDM membagi fitur berdasarkan level akses (role/peran pengguna). Dengan pembagian ini, setiap pengguna fokus pada tugasnya: operator mengelola data master, guru mengisi nilai, wali kelas memverifikasi, dan pimpinan memantau kesiapan rapor.
Ringkasan Cepat (SEO Friendly)
- Level akses di RDM membantu pembagian tugas: operator mengelola data, guru mengisi nilai, pimpinan memantau.
- Proktor biasanya menjadi peran kunci: registrasi awal, sinkronisasi, pengaturan semester, data master, dan backup/restore.
- Staf umumnya memiliki akses mirip proktor, tetapi terbatas pada fitur sensitif (misalnya sinkronisasi tertentu dan backup).
- Guru Mapel fokus pada penilaian pengetahuan & keterampilan, pengaturan bobot, dan pengiriman nilai.
- Wali Kelas memverifikasi nilai, presensi, catatan, sikap, serta mencetak rapor dan dokumen kelas.
- Koordinator P5RA mengelola proyek P5RA dan penilaian target, sedangkan Pembina Ekstrakurikuler menilai siswa binaan.
- Akses Siswa tersedia melalui versi mobile (iOS/Android) agar akses rapor lebih praktis tanpa membebani server utama.
1) Level Akses Proktor, Staf, Kamad, Wakakur
Proktor Staf Kamad Wakakur
Proktor (sering disebut admin/operator utama) adalah peran paling vital karena registrasi awal dan penataan sistem RDM biasanya dilakukan oleh proktor/admin. Berikut fitur yang umumnya bisa diakses pada level proktor:
- Dashboard RDM Madrasah (ringkasan data & status kerja)
- Sinkronisasi Profil Madrasah (penarikan/penyesuaian data profil lembaga)
- Upload & Hapus Logo Madrasah/Yayasan
- Pengaturan Tahun Ajaran, Semester, dan Jenis Penilaian
- Sinkronisasi Mata Pelajaran serta menambahkan mapel yang belum tersedia
- Mengatur Data Kelas (rombel, wali kelas, struktur kelas)
- Mengatur Data Guru (identitas, penugasan, akun)
- Mengatur Data Siswa (identitas, rombel, status)
- Pindah Kelas Siswa (mutasi internal)
- Naik Kelas Siswa (akhir semester genap sesuai kebijakan)
- Akses Data Alumni
- Mengatur Data Ekstrakurikuler
- Mengatur Data Cetak Rapor (format/dokumen pendukung)
- Memantau Status Pengiriman Nilai (monitor progres)
- Mengelola Akses Akun Administrasi (role, reset, pembatasan)
- Backup dan Restore Data RDM (pengamanan data)
- Staf biasanya aksesnya mirip proktor, tetapi dapat dibatasi dari fitur sensitif seperti sinkronisasi profil madrasah, pengaturan tertentu, dan backup/restore.
- Kamad (Kepala Madrasah) dan Wakakur (Wakil Kepala Bidang Kurikulum) umumnya bersifat pemantauan (monitoring), misalnya melihat progres, kesiapan rapor, dan ringkasan data.
2) Akses Guru: Mapel, Wali Kelas, Koordinator P5RA, Pembina Ekstrakurikuler
Akses guru di RDM umumnya terbagi menjadi:
- Guru Mata Pelajaran (Mapel)
- Wali Kelas
- Koordinator P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin)
- Pembina Ekstrakurikuler
A) Fitur untuk Akses Guru Mata Pelajaran (Mapel)
Guru mapel biasanya fokus pada penilaian per mata pelajaran sesuai kebijakan madrasah dan jadwal yang diatur proktor. Fitur yang umum digunakan:
- Melakukan penilaian mata pelajaran sesuai jadwal/aturan yang diatur Proktor.
- Mengatur bobot nilai harian dan PAS/PAT (Penilaian Akhir Semester/Penilaian Akhir Tahun) sesuai kebijakan.
- Menginput nilai harian dan PAT.
- Melakukan penilaian keterampilan (proyek, portofolio, dan ujian kerja).
- Mengirim nilai pengetahuan dan keterampilan.
- Membatalkan nilai yang sudah terkirim (jika ada revisi sesuai prosedur).
B) Fitur untuk Akses Guru sebagai Wali Kelas (MI/MTs/MA)
Wali kelas berperan sebagai “quality control” (kontrol mutu) kelas: memastikan nilai lengkap, data siswa benar, dan rapor siap dicetak.
- Mengubah data siswa di kelasnya (sesuai kewenangan).
- Menginput presensi siswa.
- Menginput catatan wali kelas.
- Menginput nilai sikap sosial dan spiritual.
- Menentukan kelulusan siswa dan naik kelas pada penilaian semester genap (sesuai kebijakan madrasah).
- Memantau status nilai yang terkirim di kelasnya.
- Mengunci nilai rapor yang sudah terkirim (agar tidak berubah tanpa prosedur).
- Mencetak rapor, lembar nilai, sampul, identitas rapor, legger kelas, dan rekap nilai per siswa.
- Mencetak rapor P5RA.
C) Fitur Wali Kelas Jenjang RA
Pada jenjang RA (Raudhatul Athfal), fitur wali kelas biasanya berfokus pada penilaian elemen/indikator dan dokumentasi rapor. Umumnya meliputi:
- Penilaian terhadap siswa untuk setiap elemen penilaian.
- Mengubah data siswa di kelasnya.
- Menginput presensi siswa dan catatan wali kelas.
- Menentukan kelulusan siswa dan naik kelas pada penilaian semester genap (sesuai kebijakan).
- Mencetak rapor, lembar nilai, dan rekap nilai per siswa.
D) Fitur untuk Pembina Ekstrakurikuler
Pembina ekstrakurikuler biasanya menggunakan fitur berikut:
- Melakukan penilaian terhadap siswa yang dibina.
- Menambahkan siswa binaan untuk ekstrakurikuler pilihan (sesuai pengaturan).
E) Fitur untuk Koordinator P5RA
Koordinator P5RA umumnya memiliki akses untuk:
- Membuat proyek P5RA pada kelas binaannya.
- Menambahkan target dan melakukan penilaian pada tiap target proyek P5RA.
3) Akses Siswa (Versi Mobile)
Akses siswa terhadap RDM dikembangkan dalam versi mobile (iOS dan Android). Versi mobile ini dirancang agar tidak membebani server utama RDM yang digunakan oleh guru dan staf. Siswa dapat mengunduh aplikasi RDM melalui halaman beranda aplikasi (sesuai petunjuk madrasah) agar bisa mengakses rapor dengan lebih praktis.
Karena pola akses siswa/orang tua cenderung “ramai bersamaan” saat rapor dibagikan. Dengan kanal mobile yang terpisah, beban akses bisa lebih stabil dan pengalaman pengguna lebih nyaman.
Praktik Baik Agar RDM Lancar (Operator & Guru)
- Rapikan data master sejak awal semester: guru, siswa, rombel, mapel, dan ekstrakurikuler.
- Jadwalkan input nilai bertahap (per mapel/per rombel) agar tidak terjadi “jam sibuk” yang memicu lambat.
- Gunakan satu link resmi untuk akses RDM agar guru tidak salah alamat.
- Backup rutin (mingguan; harian menjelang finalisasi) dan simpan di lokasi berbeda.
- Sampling rapor (uji cetak) sejak pertengahan proses untuk menghindari revisi massal di akhir.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Dicari
Q1: Siapa yang sebaiknya memegang akun Proktor?
Akun Proktor sebaiknya dipegang petugas inti (operator utama) karena mengakses fitur sensitif seperti pengaturan semester, sinkronisasi, dan backup/restore.
Q2: Kenapa nilai sudah diinput tetapi belum muncul di rapor?
Biasanya karena nilai belum terkirim, komponen penilaian belum lengkap, atau mapping (pemetaan) rombel/mapel belum sesuai. Mulai cek dari data master dan status pengiriman nilai.
Q3: Apakah akses siswa wajib menggunakan mobile?
Tidak selalu wajib, namun versi mobile membantu akses lebih praktis dan dapat mengurangi beban server utama saat rapor dibagikan.
Kesimpulan
Aplikasi Rapor Digital Madrasah (RDM) dilengkapi berbagai fitur untuk memudahkan pengelolaan pendidikan di madrasah. Dengan pembagian akses berdasarkan peran (Proktor, Staf, Kamad, Wakakur, hingga Guru), setiap pengguna dapat mengelola dan memantau proses pendidikan dengan lebih efisien dan terstruktur. Fitur mobile untuk siswa juga membantu akses rapor lebih praktis.
Dengan RDM, pengelolaan pendidikan di madrasah menjadi lebih modern dan efektif.
Ingin Hosting RDM yang Stabil?
Dengan harga terjangkau, Anda bisa memanfaatkan layanan hosting RDM sesuai jumlah siswa di madrasah.
Daftar Pustaka
- Dokumentasi/panduan resmi Rapor Digital Madrasah (RDM) — rujukan pembaruan versi, panduan penggunaan, dan materi tutorial.
- Kebijakan internal madrasah (SOP penilaian, rapor, dan pembagian peran) — rujukan praktik operasional dan tata kelola akses.
- Artikel terkait di Hosch.id (internal link) — rujukan praktik hosting, stabilitas akses, dan pemeliharaan layanan RDM.
Jika madrasah membutuhkan pendampingan teknis atau infrastruktur tambahan dalam pengelolaan RDM, pastikan memilih solusi yang sesuai kebutuhan, transparan, dan mendukung keamanan data pendidikan. Keputusan akhir sebaiknya mempertimbangkan kebijakan internal madrasah serta kemampuan tim pengelola.