Migrasi MAGIS ke EMIS GTK: Integrasi Digital untuk Penguatan Supervisi Madrasah
Bimbingan Teknis • NEW MAGIS • EMIS GTK

Transformasi MAGIS Menuju EMIS GTK

Integrasi digital untuk memperkuat supervisi, pendampingan, refleksi, monitoring, dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

✍️ DODO, S.Pd. πŸ“… 8 Agustus 2026 🏷️ Pengawas Madrasah • Transformasi Digital • KBC

Pendahuluan

Transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan madrasah terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan yang terintegrasi, efisien, akurat, dan mudah diakses. Salah satu langkah penting dalam transformasi tersebut adalah pengembangan NEW MAGIS melalui migrasi aplikasi MAGIS dari aplikasi berbasis perangkat bergerak menuju modul berbasis web yang terintegrasi dengan EMIS GTK.

Materi Bimbingan Teknis Penggunaan Aplikasi MAGIS menempatkan perubahan ini dalam konteks pendampingan pengawas dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Karena itu, migrasi MAGIS ke EMIS GTK bukan sekadar perubahan media akses dari aplikasi Android menjadi sistem berbasis web.

Perubahan tersebut membawa konsep yang lebih besar, yaitu menjadikan MAGIS sebagai bagian dari satu ekosistem pengelolaan Guru dan Tenaga Kependidikan madrasah. Pengelolaan akun, data pengguna, mutasi, alih fungsi, madrasah binaan, proses refleksi, supervisi, pendampingan, monitoring, dan pelaporan dapat saling terhubung.

“NEW MAGIS bukan sekadar perubahan dari aplikasi mobile ke web, tetapi transformasi menuju satu ekosistem supervisi dan pendampingan madrasah yang lebih terhubung, terkontrol, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.”

1. Dari MAGIS Lama Menuju Ekosistem EMIS GTK

Pada kondisi sebelumnya, MAGIS dikembangkan sebagai aplikasi berbasis mobile apps yang digunakan melalui perangkat Android. Fokus utamanya adalah mendukung supervisi pengawas melalui proses refleksi yang dilakukan guru dan kepala madrasah.

Namun, sistem lama masih memiliki sejumlah keterbatasan, terutama pada proses mutasi antarlembaga, alih fungsi, registrasi pengguna, serta pengelolaan akun.

Dalam sistem baru, EMIS GTK berbasis web menjadi ekosistem utama yang mengakomodasi berbagai peran pengguna MAGIS. Pengawas, kepala madrasah, guru, administrator madrasah, administrator kabupaten/kota, dan unsur terkait berada dalam satu lingkungan layanan digital yang saling terhubung.

Inti Perubahan

MAGIS tidak lagi diposisikan sebagai aplikasi yang berdiri sendiri, tetapi menjadi modul di dalam EMIS GTK. Data, akun, perubahan status pengguna, refleksi, supervisi, hingga laporan dapat dikelola dalam ekosistem yang lebih terpadu.

2. Keuntungan Migrasi MAGIS ke EMIS GTK

Migrasi menuju EMIS GTK memberikan sejumlah keuntungan penting. Secara umum manfaat tersebut berkaitan dengan efisiensi platform, konsistensi data, kemudahan akses, validasi pengguna, serta manajemen akun yang lebih terdistribusi.

Satu Ekosistem Guru, kepala madrasah, pengawas, dan administrator terhubung dalam lingkungan EMIS GTK.
Platform Lebih Efisien Tidak diperlukan pemeliharaan dua platform yang sepenuhnya terpisah.
Data Terintegrasi Mutasi dan alih fungsi dapat mengikuti perubahan data dalam EMIS GTK.
Data Lebih Konsisten Informasi lebih terpusat dan sinkron dengan data EMIS GTK.
Akses Lebih Mudah Sistem berbasis web dapat digunakan melalui browser tanpa harus memasang aplikasi khusus.
Registrasi Berdasarkan Peran Akun diberikan sesuai kewenangan dan struktur pengelolaan yang telah ditetapkan.
Pembaruan Lebih Mudah Perubahan sistem berbasis web dapat diterapkan tanpa menunggu pembaruan aplikasi dari toko aplikasi.
Manajemen Akun Terdistribusi Pengelolaan akun tidak hanya bergantung pada administrator pusat.

3. Risiko dan Tantangan Migrasi

Walaupun memberikan berbagai keuntungan, migrasi sistem tetap memerlukan manajemen perubahan yang baik. Perubahan pengalaman pengguna dari aplikasi mobile menjadi aplikasi berbasis web membutuhkan proses adaptasi.

Pengguna yang telah terbiasa dengan MAGIS versi lama memerlukan sosialisasi, bimbingan teknis, pendampingan, dan panduan yang memadai.

Migrasi juga membutuhkan penyesuaian modul dan antarmuka, pengembangan sistem, pengujian, serta kesiapan infrastruktur seperti kapasitas server, beban pengguna, waktu respons, dan skalabilitas.

Catatan penting: keberhasilan migrasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pengguna, kualitas data, pendampingan, dan ketepatan pengelolaan peran.

4. Perubahan Mekanisme Pembuatan Akun

Salah satu perubahan penting dalam sistem baru adalah pembuatan akun berdasarkan role atau peran. Akun Pengawas dibuat atau di-generate oleh Admin Kabupaten/Kota, sedangkan akun Kepala Madrasah dan Guru dikelola oleh Admin Madrasah.

Peran Pembuat/Generate Akun Keterangan
Pengawas Admin Kabupaten/Kota Termasuk pengaturan atau plotting madrasah binaan.
Kepala Madrasah Admin Madrasah Akses mengikuti data dan kewenangan pada EMIS GTK.
Guru Admin Madrasah Login menggunakan akun yang telah disiapkan melalui EMIS GTK.

Data mutasi maupun alih fungsi yang dilakukan melalui EMIS GTK akan tersinkron dengan MAGIS. Dengan demikian, pengguna tidak perlu melakukan pembaruan data yang sama secara terpisah pada kedua sistem.

5. Alur Mendapatkan Akses bagi Pengawas

1
Admin Kabupaten/Kota login melalui SSO EMIS GTK.
Admin menggunakan akun EMIS GTK sesuai kewenangannya.
2
Admin melakukan generate akun Pengawas.
Akun dibuat berdasarkan data dan peran yang tersedia.
3
Madrasah binaan diplotting.
Admin Kabupaten/Kota menetapkan madrasah binaan bagi Pengawas.
4
Pengawas login ke MAGIS menggunakan SSO EMIS GTK.
Pengawas menggunakan akun yang telah disiapkan.
5
Pengawas memberikan persetujuan akses aplikasi.
Setelah otorisasi disetujui, MAGIS dapat digunakan.

6. Alur Akun Kepala Madrasah dan Guru

Untuk Kepala Madrasah dan Guru, proses dimulai dari Admin Madrasah. Admin masuk melalui SSO EMIS GTK, kemudian melakukan generate akun.

Setelah akun tersedia, pengguna dapat login ke MAGIS menggunakan SSO EMIS GTK dan memberikan persetujuan terhadap permintaan akses aplikasi.

Mekanisme ini memperjelas tata kelola akun sekaligus membantu menjaga kesesuaian peran pengguna dengan data yang tersimpan dalam EMIS GTK.

7. EMIS GTK sebagai Rumah Digital GTK Madrasah

EMIS GTK diperkenalkan sebagai Rumah Digital Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah , yaitu platform digital terpadu untuk pengelolaan data PTK pada satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama.

Pada dashboard EMIS GTK tersedia informasi mengenai PTK, guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, serta berbagai menu pengelolaan.

MAGIS kemudian tampil sebagai salah satu layanan yang dapat dibuka dari lingkungan EMIS GTK. Hal tersebut mempertegas konsep satu ekosistem layanan digital madrasah.

8. Penguatan Monitoring dan Pelaporan

Integrasi juga membawa penguatan pada fungsi monitoring dan pelaporan. Tampilan MAGIS pada tingkat Kanwil serta Kabupaten/Kota menyediakan data mengenai madrasah, pengawas, kepala madrasah, dan guru .

Sistem juga menyediakan informasi mengenai data login dan progres pengisian refleksi.

Data refleksi KBC serta kebutuhan peningkatan kompetensi dapat ditampilkan berdasarkan kelompok pengguna sehingga hasil refleksi tidak berhenti sebagai isian administrasi, tetapi dapat menjadi bahan pembinaan dan peningkatan mutu.

9. Refleksi Kompetensi dan Pemetaan Kebutuhan

NEW MAGIS menyediakan informasi mengenai kebutuhan peningkatan kompetensi Pengawas, Kepala Madrasah, dan Guru.

Pada contoh rekap kompetensi guru, kebutuhan tersebut dikelompokkan dalam aspek pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional.

Pada aspek pedagogis, misalnya, sistem dapat menampilkan indikator mengenai lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta asesmen, umpan balik, dan pelaporan.

Dari Data Menuju Aksi

Rekap kebutuhan kompetensi memberikan peluang agar kegiatan pembinaan tidak hanya dilakukan berdasarkan asumsi, tetapi diarahkan berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi melalui proses refleksi.

10. Alur Refleksi Guru

Walaupun platform mengalami migrasi, substansi alur kerja Guru tetap dipertahankan. Guru melakukan refleksi secara berkala untuk peningkatan kinerja dan pengembangan diri.

1
Refleksi Kondisi dan Rencana Kerja
Guru menganalisis kondisi pembelajaran dan menyusun rencana kerja untuk perbaikan.
2
Mengisi Mindset Kurikulum Berbasis Cinta
Guru melakukan refleksi melalui indikator yang berkaitan dengan KBC.
3
Mengisi Kegiatan Terlaksana
Guru mendokumentasikan kegiatan berdasarkan rencana kerja yang telah dibuat.

Tampilan MAGIS Guru juga memuat fitur seperti Refleksi Kondisi dan Rencana Kerja, Kegiatan Terlaksana, Coaching Clinic, Mindset Kurikulum Berbasis Cinta, dan Catatan Hasil Refleksi.

11. Alur Refleksi Kepala Madrasah

Kepala Madrasah memiliki alur refleksi yang lebih luas karena selain merefleksikan dirinya dan kondisi madrasah, Kepala Madrasah juga melihat hasil refleksi guru.

Alur tersebut meliputi pengisian Refleksi Perubahan, Mindset Kurikulum Berbasis Cinta, melihat hasil refleksi guru, mengisi Refleksi Kondisi dan Rencana Kerja, serta mendokumentasikan kegiatan yang telah terlaksana.

Tujuan akhirnya adalah meningkatkan mutu madrasah melalui proses refleksi dan perbaikan berkelanjutan.

12. Peran Pengawas dalam NEW MAGIS

Peran Pengawas menjadi bagian sentral dalam sistem karena MAGIS digunakan untuk mendukung proses supervisi dan pendampingan madrasah.

Aktivitas utama Pengawas dalam MAGIS meliputi:

  1. mengisi Refleksi Pendampingan;
  2. mengisi Mindset Kurikulum Berbasis Cinta;
  3. melihat hasil Mindset KBC Guru dan Kepala Madrasah binaan;
  4. melihat hasil refleksi Guru dan Kepala Madrasah serta informasi mutu layanan madrasah;
  5. menyusun Perencanaan Pendampingan;
  6. melaksanakan Pendampingan Perencanaan;
  7. melaksanakan Pendampingan Pelaksanaan;
  8. mengisi Pelaporan Pendampingan.

Dua aspek yang ditonjolkan dalam penilaian mutu adalah pembelajaran berpusat pada murid serta pendidik reflektif yang gemar belajar.

Dengan demikian, Pengawas tidak sekadar memeriksa administrasi, tetapi diharapkan aktif mendampingi madrasah binaan secara berkelanjutan.

13. Pembaruan Madrasah Binaan

Dalam integrasi baru, plotting madrasah binaan dilakukan oleh Admin Kabupaten/Kota melalui EMIS GTK.

Pengawas kemudian dapat memperbarui daftar madrasah binaannya melalui fasilitas Sync Madrasah Binaan pada MAGIS.

Mekanisme ini membantu menjaga konsistensi antara pembagian tugas Pengawas dan data yang tampil pada aplikasi.

14. Alur Integrasi MAGIS ke EMIS GTK

Sebelum integrasi, Guru, Kepala Madrasah, dan Pengawas melakukan registrasi sendiri-sendiri. Proses plotting juga dilakukan secara mandiri.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan data yang tidak terpusat, data ganda atau tidak valid, kesulitan monitoring, serta proses validasi yang kurang terkontrol.

Setelah integrasi, MAGIS menjadi modul di dalam EMIS GTK. Pengguna memanfaatkan akun SSO EMIS GTK yang telah tersedia.

Pengelolaan akun menjadi lebih terstruktur, plotting madrasah binaan berada pada kewenangan Kabupaten/Kota, sedangkan proses refleksi, supervisi, monitoring, dan pelaporan berada dalam alur yang lebih terhubung.

Migrasi data lama: data MAGIS lama seperti data refleksi, supervisi, dan riwayat aktivitas direncanakan ditarik ke modul MAGIS dalam EMIS GTK sehingga riwayat data tetap terjaga.

15. Implikasi bagi Guru, Kepala Madrasah, Pengawas, dan Pengelola

Bagi Guru MAGIS menjadi ruang refleksi untuk melihat kondisi pembelajaran, menyusun perbaikan, menginternalisasi KBC, dan mendokumentasikan tindak lanjut.
Bagi Kepala Madrasah Data refleksi dapat digunakan untuk melihat perkembangan guru serta membaca kondisi dan kebutuhan pengembangan madrasah.
Bagi Pengawas Data terintegrasi memberikan dasar yang lebih kuat untuk menyusun pendampingan berdasarkan kondisi madrasah binaan.
Bagi Kanwil dan Kabupaten/Kota Monitoring terhadap madrasah, pengguna, pengisian refleksi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi menjadi lebih mudah.

Penutup

Migrasi MAGIS menuju EMIS GTK merupakan langkah menuju tata kelola supervisi dan pendampingan madrasah yang lebih terintegrasi.

MAGIS tidak lagi ditempatkan sebagai aplikasi tersendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem digital EMIS GTK yang menghubungkan data, pengguna, peran, proses refleksi, supervisi, pendampingan, monitoring, dan pelaporan.

Keberhasilan transformasi ini tetap membutuhkan adaptasi pengguna, bimbingan teknis, kesiapan infrastruktur, ketepatan pengelolaan akun, akurasi plotting madrasah binaan, serta konsistensi pemanfaatan sistem.

Apabila implementasinya berjalan dengan baik, integrasi ini dapat memperkuat pendampingan berbasis data, meningkatkan budaya refleksi Guru dan Kepala Madrasah, memudahkan Pengawas menyusun program pendampingan, serta mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta secara lebih terarah dan berkelanjutan.

NEW MAGIS bukan sekadar perubahan dari aplikasi mobile menuju web, melainkan transformasi menuju satu ekosistem supervisi dan pendampingan madrasah yang lebih terhubung, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
MAGIS EMIS GTK NEW MAGIS Pengawas Madrasah Kepala Madrasah Kurikulum Berbasis Cinta Supervisi Madrasah Pendampingan Madrasah Transformasi Digital Madrasah
Sumber Utama:
Materi Bimbingan Teknis “NEW MAGIS – Migrasi MAGIS ke EMIS GTK” , Yun Yun Yunadi, Direktorat GTK Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia.