hosch.id dengan penuh hormat mengucapkan Selamat Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, yang diperingati pada Sabtu, 3 Januari 2026. Delapan dekade pengabdian ini menjadi penanda kuat konsistensi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menjaga nalar keagamaan, memperkuat persatuan, dan menghadirkan agama sebagai solusi nyata bagi masyarakat Indonesia yang majemuk.
"Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju"
Tema nasional HAB ke-80 menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar nilai moral, melainkan energi produktif untuk membangun kolaborasi lintas iman, lintas budaya, dan lintas sektor demi kemajuan bangsa.Kemenag Berdampak: Dari Nilai ke Manfaat Nyata
Agenda Kemenag Berdampak diarahkan agar setiap kebijakan dan program terasa langsung oleh umat. Transformasi yang dilakukan tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata berikut:
- Penguatan pendidikan keagamaan
- Pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan
- Pengembangan kerukunan berbasis komunitas yang berkelanjutan
Pendekatan ini memastikan agama hadir secara membumi, menjawab kebutuhan riil masyarakat, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman Indonesia.
Sukseskan Asta Protas Kementerian Agama
1. Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi
Peningkatan kualitas pendidikan agama, penguatan kompetensi guru, serta pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) terus diperkuat agar adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta literasi nilai.
2. Tata Kelola Digitalisasi
Digitalisasi layanan menjadi kunci untuk menghadirkan layanan publik yang efisien, mudah, dan transparan. Pemanfaatan teknologi dilakukan secara bertanggung jawab guna memperluas akses, meningkatkan akuntabilitas, dan mempercepat pelayanan keagamaan.
Menjaga Nilai di Era AI dan VUCA
Teknologi harus diarahkan agar berlandaskan ketuhanan, kemanusiaan, dan moderasi beragama, sehingga kemajuan digital sejalan dengan etika serta martabat manusia.
Dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif, berintegritas, dan beretika, Kementerian Agama optimistis terus menjadi cahaya pencerah bagi Indonesia, sebagaimana ditegaskan oleh Nasaruddin Umar pada HAB ke-80.
HAB ke-80: Bukan Sekadar Peringatan
Berdasarkan Surat Edaran Nomor 39 Tahun 2025, peringatan HAB ke-80 dilaksanakan secara serentak nasional pada 2 Desember 2025 – 10 Januari 2026, dengan puncak upacara Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 07.30 waktu setempat.
- Publikasi nasional dengan logo resmi HAB ke-80 dan tagar nasional
- Olahraga dan lomba ASN
- Kegiatan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan
- Gerakan eco-teologi rumah ibadah bersih dan hijau
- Malam tasyakuran penutup pada 7 Januari 2026
Makna Hari Amal Bhakti bagi Madrasah
Bagi madrasah, Hari Amal Bhakti (HAB) bukan sekadar peringatan institusional, melainkan momentum reflektif untuk menegaskan kembali peran strategis madrasah sebagai pilar pendidikan karakter, moderasi beragama, dan literasi nilai.
Madrasah berada di garda terdepan dalam menerjemahkan visi Kementerian Agama Republik Indonesia ke dalam praktik pendidikan sehari-hari, mulai dari proses pembelajaran, tata kelola akademik, hingga pelayanan kepada peserta didik dan orang tua.
HAB ke-80 menjadi pengingat bahwa kualitas madrasah tidak hanya diukur dari kelulusan, tetapi dari kemampuannya membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Refleksi Implementasi Rapor Digital Madrasah (RDM)
Salah satu wujud nyata Kemenag Berdampak di lingkungan madrasah adalah penerapan Rapor Digital Madrasah (RDM) sebagai sistem penilaian nasional yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Implementasi RDM mendorong perubahan budaya kerja di madrasah, antara lain:
- Peralihan dari administrasi manual ke pengelolaan data berbasis sistem
- Peningkatan akuntabilitas nilai dan laporan akademik
- Kolaborasi lebih jelas antara guru, operator, dan kepala madrasah
Meski masih dihadapkan pada tantangan teknis dan kesiapan sumber daya, RDM telah menjadi alat pembelajaran organisasi bagi madrasah untuk beradaptasi dengan tata kelola pendidikan modern yang berbasis data.
Relevansi Kebijakan Kemenag dengan Praktik di Lapangan
Berbagai kebijakan strategis Kementerian Agama, termasuk Asta Protas dan agenda transformasi digital, baru akan bernilai apabila terimplementasi secara kontekstual di tingkat satuan pendidikan.
Di lapangan, kebijakan tersebut menuntut madrasah untuk:
- Menyesuaikan SOP akademik dan administrasi dengan sistem digital
- Meningkatkan literasi teknologi guru dan tenaga kependidikan
- Menjaga keamanan dan integritas data peserta didik
HAB ke-80 menjadi momentum evaluasi bersama bahwa keberhasilan kebijakan tidak diukur dari regulasi yang diterbitkan, melainkan dari kemudahan layanan, kejelasan peran, dan manfaat nyata yang dirasakan oleh madrasah, guru, dan peserta didik.
Dengan sinergi kebijakan pusat dan kesiapan pelaksana di lapangan, madrasah diharapkan mampu menjadi model pendidikan keagamaan yang profesional, transparan, dan berdaya saing.
Penutup
Atas nama hosch.id, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi menyukseskan Kemenag Berdampak dan Asta Protas Kementerian Agama.
Semoga HAB ke-80 menjadi tonggak penguatan kerukunan, akselerasi transformasi digital, serta peningkatan kualitas pendidikan keagamaan menuju Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat.
Selamat Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-80!
Daftar Pustaka
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Surat Edaran Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pedoman Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Tahun 2026.
- Kementerian Agama Republik Indonesia. Tema dan Rangkaian Kegiatan HAB ke-80: "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju."
- Pernyataan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada Peringatan HAB ke-80, 3 Januari 2026.
