Registrasi Domain

๐Ÿซ Sub Pilar ๐ŸŒ Domain sch.id ๐Ÿš€ Hosting RDM Subdomain hosch.id

Mulai Sekarang: Pilih Jalur Paling Cepat untuk Madrasah/Sekolah Anda

Bingung membagikan link RDM (Rapor Digital Madrasah) karena panjang, mudah typo (salah ketik), atau terlihat kurang resmi? Dengan jalur yang tepat, Anda bisa punya alamat RDM yang rapi, kredibel, dan konsisten: pakai domain sch.id atau opsi cepat subdomain hosch.id.

Target: 1 link resmi ๐Ÿ”’ Keamanan: HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) + SSL/TLS (Secure Sockets Layer / Transport Layer Security) ๐Ÿ’พ Operasional: backup terjadwal
Pilih jalur cepat:
Mau cepat aktif
Pakai rdm-nama.hosch.id dulu → pindah ke rdm.nama.sch.id saat domain siap.
๐Ÿท️ Mau identitas milik lembaga
Urus nama.sch.id → buat subdomain rdm.nama.sch.id.
๐Ÿ›ก️ Mau stabil operasional
Pilih RDM versi hosting dan sesuaikan paket dengan jumlah pengguna.
๐ŸŽฏ 1 link resmi ๐Ÿ”’ HTTPS + SSL/TLS ๐Ÿงพ SOP 1 halaman ๐Ÿ’พ Backup terjadwal

Cek Domain & Mulai Registrasi

Masukkan nama domain, lalu klik Cek (PANDI WHOIS/RDAP) atau Daftar untuk menuju halaman registrasi manual hosch.id.

Tips: domain sekolah biasanya .sch.id. Domain Indonesia umum bisa .id.

Catatan: Halaman ini untuk cek dan pengajuan. Registrasi final tetap diproses hosch.id (manual) sesuai ketentuan registrar/PANDI.

Ringkasan (scan cepat)

  • Domain sch.id = domain pendidikan di Indonesia, tampil lebih resmi.
  • Link RDM lebih singkat & minim typo, contoh: rdm.nama.sch.id.
  • Branding lembaga lebih kuat: RDM + website + layanan lain satu identitas.
  • Mudah dibuat SOP (Standard Operating Procedure / Prosedur Operasional Standar) “satu link resmi”.
  • Aktifkan HTTPS + SSL/TLS untuk akses terenkripsi.
  • Opsi cepat: pakai subdomain hosch.id dulu sambil menunggu verifikasi sch.id.

Langsung pilih jalur

  1. Paling cepat: rdm-namamadrasah.hosch.id → migrasi ke sch.id saat siap.
  2. Paling “milik lembaga”: urus nama.sch.id → buat rdm.nama.sch.id.
  3. Paling stabil: pilih RDM versi hosting sesuai jumlah pengguna.

1) Mengapa Domain sch.id Penting untuk Hosting RDM? mindset

Jika RDM (Rapor Digital Madrasah) adalah “pintu kerja” operator dan guru, maka domain adalah “alamat resmi” yang dibaca orang. Domain sch.id dirancang untuk lembaga pendidikan di Indonesia, sehingga memberi kesan institusional dan cenderung lebih dipercaya. Dampaknya terasa: link mudah diingat, minim typo, dan mudah ditertibkan menjadi satu tautan resmi.

2) Manfaat Utama Domain sch.id benefit

  • Kredibilitas meningkat: sch.id umum diasosiasikan sebagai domain pendidikan.
  • Branding lebih kuat: identitas digital konsisten untuk RDM, web profil, layanan lain.
  • Link rapi: contoh rdm.nama.sch.id (lebih pendek, minim typo).
  • SOP mudah: operator cukup tetapkan “satu pintu” akses dan pin di grup.
  • Keamanan: aktifkan HTTPS + SSL/TLS.

3) Pendampingan Registrasi Domain Indonesia (Verifikasi PANDI) administratif

Banyak madrasah ingin memakai sch.id tetapi tersendat administratif: dokumen kurang, format salah, ukuran file besar, atau redaksi surat tidak sesuai. hosch.id membantu pendampingan alur agar dokumen rapi dan proses tidak bolak-balik revisi.

Yang biasanya dibantu

  • Checklist dokumen sch.id: menyesuaikan ketentuan registrar.
  • Perapihan PDF (Portable Document Format): jelas, tidak terpotong, ukuran wajar.
  • Penamaan domain aman: jelas dan konsisten dengan nama lembaga.
  • Penataan DNS: setelah aktif, siap untuk subdomain RDM (rdm.) dan/atau web profil.
Trik anti-tertahan: jika RDM harus jalan dulu, pakai subdomain hosch.id sementara. Setelah sch.id aktif, pindahkan alamat ke rdm.nama.sch.id dengan SOP yang rapi.

4) Subdomain hosch.id untuk Web Sekolah & RDM opsi cepat

Subdomain hosch.id cocok jika Anda ingin alamat rapi tanpa menunggu proses domain. Dua skenario umum:

Subdomain untuk blog/web sekolah

Contoh: nama-sekolah.hosch.id — profil, berita, pengumuman, agenda.

Subdomain khusus RDM

Contoh: rdm-namamadrasah.hosch.id — jelas untuk RDM, singkat, konsisten.

5) Step-by-Step: Ajukan Subdomain hosch.id praktis

  1. Tentukan kebutuhan: web profil atau RDM.
  2. Siapkan 2–3 opsi nama: untuk antisipasi nama sudah dipakai.
  3. Siapkan data dasar: nama lembaga, jenjang, PIC, kontak operator, tujuan penggunaan.
  4. Kirim pengajuan: via Contact Us atau WhatsApp admin.
  5. Uji akses: HP guru + laptop operator → tetapkan 1 link resmi dan pin di grup.

6) Step-by-Step: Hosting RDM dengan Domain sch.id SOP dasar

Alur umum SOP (Standard Operating Procedure / Prosedur Operasional Standar) untuk menata RDM dengan sch.id:

  1. Tentukan nama domain: singkat, mudah dibaca, sesuai nama resmi.
  2. Siapkan berkas: sesuai ketentuan registrasi sch.id.
  3. Aktifkan domain: melalui registrar yang mendukung.
  4. Atur DNS: arahkan domain/subdomain ke server hosting RDM (record A/CNAME sesuai instruksi).
  5. Buat subdomain “rdm”: rdm.nama.sch.id.
  6. Aktifkan HTTPS + SSL/TLS: agar tidak “Not Secure”.
  7. Uji akses: lintas perangkat dan jaringan.
  8. Tetapkan 1 link resmi: pin di grup dan masukkan ke SOP.
  9. Backup + catatan perubahan: tulis tanggal dan perubahan penting.

7) Checklist Menjelang Masa Input Nilai anti panik

  • Link RDM sudah HTTPS dan bisa dibuka dari perangkat guru.
  • Akun operator/admin aman; kata sandi kuat; peran (role) jelas.
  • Rombel, mapel, wali kelas, identitas madrasah sudah benar.
  • Uji simpan nilai (sampel) dan uji cetak/preview PDF.
  • Backup terbaru tersedia sebelum jam input padat.

8) Troubleshooting: Masalah Umum & Solusi quick fix

A) Jika memakai domain sch.id

  1. Belum bisa diakses: propagasi DNS belum selesai. Cek record A/CNAME, uji jaringan berbeda.
  2. “Not Secure”: SSL/TLS belum aktif. Aktifkan SSL/TLS dan redirect http→https.
  3. Lambat saat jam ramai: atur jadwal input, evaluasi kapasitas hosting.
  4. Login gagal: cache/cookies. Coba incognito, bersihkan cache, reset sandi sesuai prosedur.
  5. Redirect loop: aturan redirect ganda. Pilih 1 versi final (umumnya https tanpa www).
  6. Domain kedaluwarsa: aktifkan pengingat dan tetapkan PIC.

B) Jika memakai subdomain hosch.id

  1. Mengarah ke halaman salah: pisahkan folder/subdomain; minta bantuan admin jika dikelola.
  2. HTTPS belum aktif: aktifkan SSL/TLS dan redirect http→https.
  3. Link berubah-ubah: tetapkan 1 link resmi, pin di grup, rapikan pengumuman lama.

9) SOP 1 Halaman: “Satu Link Resmi” rapi

Tetapkan satu link resmi (mis. rdm.nama.sch.id atau rdm-nama.hosch.id), lalu copas SOP singkat ini ke dokumen internal:

Template SOP ringkas
  • Link resmi RDM: (isi 1 link final)
  • Wajib pakai: HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure)
  • Jam input nilai: (atur jadwal per kelas bila perlu)
  • Kontak bantuan: PIC (Person In Charge / penanggung jawab) + admin hosch.id
  • Backup: (jadwal dan penanggung jawab)

Penutup: Domain sch.id = Investasi Kerapian Operasional

Menggunakan sch.id membantu madrasah tampil lebih resmi, link mudah diingat, dan operasional lebih tertib—terutama saat masa input nilai. Kuncinya: satu link resmi, SOP rapi, HTTPS aktif, dan backup terjadwal.

↑ Kembali ke atas