TKA 2026 • SMK/MAK • Program Keahlian • Kerangka Asesmen

TKA SMK/MAK: Mata Uji Program Keahlian, Pilihan, dan Kerangka Asesmen

TKA SMK/MAK 2026 tidak hanya memuat Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran akademik pilihan. Pedoman 2026 juga membuka Teori Kompetensi Kejuruan sesuai Program Keahlian, sementara Peraturan Kepala BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 menetapkan kerangka khusus untuk 50 mata uji Program Keahlian. Artikel ini menjelaskan struktur tersebut secara utuh, termasuk perbedaan PKK dan Program Keahlian, bentuk soal, level kognitif, cara membaca matriks asesmen, dan strategi persiapan yang tepat.

Diperbarui dan diverifikasi ulang: 12 Oktober 2026 • Rujukan utama: Kepmendikdasmen 56 Tahun 2026, Perka BKPDM 1 Tahun 2026, Perka BSKAP 45/H/AN/2025, Kepmendikdasmen 102/M/2025, dan kanal resmi TKA 2026
TKA SMK MAK: mata uji Program Keahlian dan kerangka asesmen
Ditulis dan ditelaah oleh Tim Hosch.id

Metodologi: ketentuan kebijakan, nama mata uji, daftar Program Keahlian, bentuk soal, serta level kognitif dirujuk dari dokumen dan kanal resmi pemerintah. Hosch.id kemudian menerjemahkannya menjadi alur baca, matriks kerja guru, dan checklist operasional agar lebih mudah digunakan sekolah, guru kejuruan, dan murid.

Batas klaim: Hosch.id bukan penyelenggara resmi TKA dan tidak menerbitkan kisi-kisi tambahan. Pengalaman Hosch.id dalam tata kelola layanan digital pendidikan, dokumentasi, dan troubleshooting digunakan untuk menyusun cara kerja yang dapat ditelusuri—bukan untuk menggantikan ketentuan pemerintah. Lihat juga Jejak Implementasi Hosch.id.

Ringkasan paling penting: peserta SMK/MAK mengerjakan tiga mata uji wajib—Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris—serta dua mata pelajaran pilihan. Pada TKA 2026, pilihan bagi murid SMK diperluas dengan mata uji Program Keahlian yang disesuaikan dengan data program keahlian peserta. Kerangka khusus Perka BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 memuat 50 mata uji Program Keahlian. Karena sejumlah halaman FAQ umum masih memuat skema 2025, artikel ini memprioritaskan dokumen dan informasi 2026 ketika terdapat perbedaan.
Catatan pembaruan 2026: beberapa FAQ/halaman informasi yang lebih lama masih menyebut pilihan SMK sebatas daftar umum dan PKK, bahkan menyatakan mata pelajaran kejuruan belum diujikan. Untuk siklus 2026, informasi tersebut tidak boleh dibaca sendirian. Pusmendik/Kemendikdasmen pada 2026 telah mengumumkan penambahan pilihan mata uji berdasarkan Program Keahlian SMK dan kerangka khusus sekitar 50 program keahlian. Jika halaman lama dan dokumen 2026 berbeda, utamakan regulasi, portal, serta instruksi 2026 yang sedang berlaku.
Status per 12 Oktober 2026: rangkaian TKA SMA/MA/SMK/MAK sedang berada pada Gladi Bersih Gelombang 2 (12–18 Oktober 2026). Pelaksanaan utama dijadwalkan pada 26 Oktober–8 November 2026. Sekolah sebaiknya menggunakan masa gladi untuk memastikan pilihan mata uji, data Program Keahlian, perangkat, serta kesiapan peserta benar-benar sesuai sebelum pelaksanaan utama.

1. Struktur TKA SMK/MAK 2026

Secara struktur, TKA SMK/MAK memiliki bagian yang sama dengan TKA SMA/MA pada tiga mata uji utama, tetapi pada 2026 terdapat ruang asesmen yang secara khusus mengakomodasi karakter pendidikan kejuruan. Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 menetapkan mata uji untuk kelas akhir SMK/MAK berupa Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran pilihan. Setiap peserta memilih dua mata pelajaran pilihan.

1Bahasa IndonesiaMata uji utama yang mengukur kemampuan akademik Bahasa Indonesia sesuai kerangka nasional.
2Bahasa InggrisMata uji utama yang dikerjakan seluruh peserta jenjang SMA/MA/SMK/MAK.
3MatematikaMata uji utama dengan kerangka yang berlaku untuk jenjang pendidikan menengah.
4Dua PilihanDua mata uji pilihan dari daftar yang berlaku bagi SMK/MAK, termasuk opsi Program Keahlian.

Dengan demikian, istilah “TKA SMK” tidak tepat jika dipahami hanya sebagai ujian kompetensi kejuruan. TKA tetap memiliki komponen akademik umum. Sebaliknya, tidak tepat pula menggunakan informasi lama yang menyatakan TKA SMK hanya menguji mata pelajaran umum, karena pedoman 2026 telah memasukkan Teori Kompetensi Kejuruan (Program Keahlian) sebagai salah satu opsi mata pelajaran pilihan.

Intinya: TKA SMK/MAK 2026 menghubungkan capaian akademik umum dengan ruang pengukuran kompetensi fondasi kejuruan. Namun mata uji Program Keahlian tetap berada dalam struktur mata pelajaran pilihan, bukan menggantikan tiga mata uji utama.

2. Siapa Peserta TKA SMK/MAK?

Pedoman 2026 memasukkan murid kelas 12 SMK/MAK program tiga tahun dan kelas 13 SMK program empat tahun sebagai peserta jenjang akhir yang dapat mengikuti TKA. TKA sendiri bersifat tidak wajib, tetapi hasilnya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan seleksi akademik dan penggunaan lain yang diatur.

Untuk program tiga tahun, pedoman mensyaratkan laporan hasil belajar mulai semester gasal kelas 10 sampai semester genap kelas 11. Untuk SMK program empat tahun, laporan hasil belajar yang disyaratkan mulai semester gasal kelas 10 sampai semester genap kelas 12. Peserta juga harus memiliki NISN yang valid dan aktif.

Perbedaan durasi program ini penting secara administratif, tetapi tidak berarti kelas XIII memiliki sistem TKA terpisah. Instrumen untuk SMK/MAK program tiga tahun maupun kelas XIII program empat tahun disiapkan oleh Kementerian sesuai pedoman nasional.

3. Dua Mata Pelajaran Pilihan: Apa Saja Opsinya?

Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 mencantumkan 20 kelompok pilihan yang dapat digunakan peserta SMK/MAK. Delapan belas di antaranya merupakan mata pelajaran akademik/umum dan bahasa, sedangkan dua opsi yang sangat relevan bagi karakter SMK/MAK adalah Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan serta Teori Kompetensi Kejuruan (Program Keahlian).

3. Dua Mata Pelajaran Pilihan: Apa Saja Opsinya?
No.Mata Pelajaran Pilihan SMK/MAKKeterangan Ringkas
1Matematika Lanjutan/Tingkat LanjutPilihan akademik; berbeda dari Matematika utama.
2Bahasa Indonesia Lanjutan/Tingkat LanjutPilihan akademik bahasa.
3Bahasa Inggris Lanjutan/Tingkat LanjutPilihan akademik bahasa.
4FisikaPilihan akademik.
5KimiaPilihan akademik.
6BiologiPilihan akademik.
7EkonomiPilihan akademik.
8SosiologiPilihan akademik.
9GeografiPilihan akademik.
10SejarahPilihan akademik.
11AntropologiPilihan akademik.
12PPKn/Pendidikan PancasilaPilihan akademik.
13Bahasa ArabPilihan bahasa asing.
14Bahasa JermanPilihan bahasa asing.
15Bahasa PrancisPilihan bahasa asing.
16Bahasa JepangPilihan bahasa asing.
17Bahasa KoreaPilihan bahasa asing.
18Bahasa MandarinPilihan bahasa asing.
19Produk/Projek Kreatif dan KewirausahaanMata uji khas SMK yang memiliki kerangka asesmen tersendiri.
20Teori Kompetensi Kejuruan (Program Keahlian)Jika dipilih, harus sesuai Program Keahlian masing-masing peserta.
Perhatikan kata “memilih”. Pedoman 56/2026 menyatakan peserta SMK/MAK memilih dua mata pelajaran dari daftar angka 1 sampai 20. Pedoman tersebut tidak menyatakan bahwa semua peserta SMK wajib memilih Teori Kompetensi Kejuruan. Ketentuannya adalah: jika TKK dipilih, TKK harus sesuai Program Keahlian peserta.

4. Apa Itu Teori Kompetensi Kejuruan (Program Keahlian)?

Dalam pedoman penyelenggaraan, istilah yang digunakan adalah Teori Kompetensi Kejuruan (Program Keahlian). Kerangka khusus yang diterbitkan kemudian melalui Peraturan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 menggunakan istilah mata uji Program Keahlian.

Kerangka tersebut menjelaskan bahwa SMK/MAK tidak hanya membekali murid dengan kompetensi akademik, tetapi juga kompetensi kejuruan untuk pelaksanaan pekerjaan dan pengembangan karier. Kompetensi yang dimaksud bukan hanya pengetahuan bidang, melainkan juga kemampuan menerapkan konsep, menganalisis masalah, dan mengambil keputusan dalam konteks dunia kerja.

Mata uji Program Keahlian dirancang untuk mengukur kompetensi fondasi yang esensial. Karena satu Program Keahlian dapat memiliki beberapa konsentrasi keahlian, asesmen tidak dibuat sebagai ujian yang hanya cocok untuk satu konsentrasi yang sangat sempit. Kerangka memusatkan pengukuran pada kompetensi fondasi yang menjadi irisan utama berbagai konsentrasi dalam Program Keahlian.

Program KeahlianPayung bidang keahlian yang menjadi dasar penyusunan mata uji kejuruan dalam kerangka TKA 2026.
Konsentrasi KeahlianBidang yang lebih spesifik di dalam Program Keahlian. TKA Program Keahlian tidak semata-mata menguji detail satu konsentrasi.
Kompetensi FondasiPengetahuan, penerapan, dan penalaran esensial yang dianggap representatif terhadap bidang keahlian.
Konteks Dunia KerjaKasus, prosedur, data, alat, K3/K3LH, proses bisnis, teknologi, dan pengambilan keputusan yang relevan dengan bidang.

Kerangka juga menegaskan bahwa mata uji Program Keahlian bukan instrumen penentu kelulusan. Kelulusan tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan. Dengan demikian, TKA Program Keahlian jangan disamakan dengan ujian kelulusan sekolah atau otomatis disamakan dengan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

5. PKK dan Program Keahlian: Apa Bedanya?

Dua opsi ini sama-sama dekat dengan identitas pendidikan vokasi, tetapi konstruk yang diukur berbeda.

5. PKK dan Program Keahlian: Apa Bedanya?
AspekProduk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)Teori Kompetensi Kejuruan / Program Keahlian
FokusProduksi, pengembangan produk, mutu, kemasan, distribusi, peluang usaha, pengelolaan usaha, pemasaran, HAKI, proposal dan laporan keuangan.Kompetensi fondasi yang spesifik terhadap Program Keahlian masing-masing.
Cakupan pesertaRelevan lintas Program Keahlian SMK/MAK sesuai pembelajaran PKK.Harus sesuai Program Keahlian peserta bila dipilih.
Kerangka utamaKerangka PKK terdapat dalam Perka BSKAP 45/H/AN/2025.Kerangka 50 Program Keahlian terdapat dalam Perka BKPDM 1 Tahun 2026.
Level kognitifPemahaman, penerapan, dan penalaran.Secara umum juga bergerak dari pengetahuan/pemahaman, aplikasi, hingga penalaran dengan proses berpikir disesuaikan bidang.
Contoh konteksBiaya produksi, desain kemasan, pemasaran, proposal usaha, HAKI, distribusi.Bisa berupa algoritma PPLG, K3 ketenagalistrikan, data pemasaran, prosedur layanan kesehatan, gambar konstruksi, produksi animasi, dan konteks lain sesuai program.

PKK tidak identik dengan Teori Kompetensi Kejuruan. Murid yang kuat pada kewirausahaan belum tentu otomatis memiliki kekuatan yang sama pada fondasi teknis Program Keahlian, dan sebaliknya. Pemilihan harus melihat tujuan penggunaan hasil TKA, rekam belajar, rencana studi lanjut atau karier, serta ketentuan pendaftaran yang berlaku.

6. Daftar 50 Mata Uji Program Keahlian TKA SMK/MAK 2026

Peraturan Kepala BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 menetapkan kerangka asesmen untuk 50 mata uji Program Keahlian. Daftar berikut mengikuti urutan dalam dokumen resmi.

6. Daftar 50 Mata Uji Program Keahlian TKA SMK/MAK 2026
No.Program KeahlianNo.Program Keahlian
1Teknik Perawatan Gedung26Pekerjaan Sosial
2Konstruksi dan Perawatan Bangunan Sipil27Agribisnis Tanaman
3Teknik Konstruksi dan Perumahan28Agribisnis Ternak
4Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan29Agribisnis Perikanan
5Teknik Furnitur30Usaha Pertanian Terpadu
6Teknik Mesin31Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
7Teknik Otomotif32Kehutanan
8Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam33Teknika Kapal Penangkap Ikan
9Teknik Logistik34Nautika Kapal Penangkap Ikan
10Teknik Elektronika35Teknika Kapal Niaga
11Teknik Pesawat Udara36Nautika Kapal Niaga
12Teknik Konstruksi Kapal37Pemasaran
13Kimia Analisis38Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
14Teknik Kimia Industri39Akuntansi dan Keuangan Lembaga
15Teknik Tekstil40Usaha Layanan Pariwisata
16Teknik Ketenagalistrikan41Perhotelan
17Teknik Energi Terbarukan42Kuliner
18Teknik Geospasial43Kecantikan dan Spa
19Teknik Geologi Pertambangan44Seni Rupa
20Teknik Perminyakan45Desain Komunikasi Visual
21Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim46Desain dan Produksi Kriya
22Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi47Seni Pertunjukan
23Layanan Kesehatan48Broadcasting dan Perfilman
24Teknik Laboratorium Medik49Animasi
25Teknologi Farmasi50Busana

Daftar ini menunjukkan mengapa istilah “soal kejuruan TKA SMK” terlalu umum. Murid PPLG tidak menggunakan kerangka yang sama dengan murid Kuliner; murid Teknik Ketenagalistrikan tidak menggunakan muatan yang sama dengan Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Yang diseragamkan adalah prinsip asesmen dan level berpikirnya, sedangkan muatan teknis mengikuti Program Keahlian.

7. Bagaimana Kerangka Asesmen Program Keahlian Disusun?

Perka BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 tidak sekadar memberikan daftar nama Program Keahlian. Untuk setiap program, dokumen menguraikan beberapa lapisan informasi yang perlu dibaca bersama.

1DefinisiMenjelaskan apa yang hendak diukur dalam Program Keahlian tersebut.
2MuatanMenjelaskan elemen dan sub-elemen materi yang menjadi ruang asesmen.
3KompetensiMenjelaskan kemampuan yang harus ditunjukkan murid terhadap muatan tersebut.
4Matriks & ContohMenghubungkan materi, kompetensi, batasan, level kognitif, dan contoh bentuk soal.

Muatan Program Keahlian pada banyak bagian merujuk pada Capaian Pembelajaran dalam Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Kerangka mengambil kompetensi yang dipandang esensial dan representatif, bukan seluruh isi kurikulum tanpa seleksi.

Ini berarti strategi belajar yang hanya mengumpulkan sebanyak mungkin materi kelas X–XII tidak otomatis efektif. Peserta perlu membaca batasan/catatan dalam matriks asesmen untuk mengetahui apa yang benar-benar berada dalam ruang pengukuran.

Sintesis operasional Hosch.id: saat guru atau murid membuka kerangka Program Keahlian, baca berurutan: elemen → sub-elemen → kompetensi → batasan/catatan → level kognitif → contoh soal. Jangan mulai dari contoh soal lalu menganggap contoh tersebut sebagai seluruh kisi-kisi.

Cara Hosch.id Menerjemahkan Kerangka Menjadi Peta Belajar

Nilai praktis kerangka muncul ketika guru tidak berhenti pada judul elemen. Hosch.id menyarankan pembacaan berlapis agar setiap latihan dapat ditelusuri kembali ke kompetensi yang memang tercantum dalam dokumen resmi.

1Pastikan Program Keahlian

Cocokkan nama Program Keahlian pada data peserta. Jangan mengganti Program Keahlian dengan nama Konsentrasi Keahlian hanya karena istilahnya lebih familiar di sekolah.

2Ekstrak Matriks

Catat elemen, sub-elemen, kompetensi, batasan/catatan, dan level kognitif. Batasan membantu mencegah guru memasukkan materi yang terlalu luas.

3Hubungkan ke Bukti Belajar

Cari pengalaman belajar yang sudah dimiliki murid: proyek, praktik, laporan, gambar, data, SOP, simulasi, atau kasus kerja yang relevan dengan kompetensi.

4Uji Tiga Level

Untuk satu kompetensi, buat latihan mengetahui/memahami, menerapkan, lalu menganalisis atau mengambil keputusan. Hindari satu topik hanya diuji sebagai hafalan.

Matriks kerja guru: dari kerangka resmi ke latihan yang dapat ditelusuri
Kolom kerjaPertanyaan yang dijawabContoh bukti/aktivitasRisiko jika dilewati
Elemen & sub-elemenApa ruang materi yang benar-benar disebut?Bagian CP, prosedur, konsep, data, alat, proses bisnis.Latihan melebar ke materi yang tidak menjadi fokus.
KompetensiMurid diminta melakukan proses berpikir apa?Mengidentifikasi, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, menentukan keputusan.Guru hanya membuat soal definisi meski kerangka menuntut penalaran.
Batasan/catatanSampai mana kedalaman materi?Jenis alat, konteks kasus, cakupan prosedur, objek atau standar yang dinyatakan.Materi terlalu luas atau terlalu sempit.
Konteks kerjaDi situasi apa konsep tersebut digunakan?SOP, gambar, tabel, data produksi, kebutuhan klien, K3/K3LH, proses layanan.Peserta hafal konsep tetapi gagal saat stimulus berubah.
Kesalahan umumDi mana murid biasanya salah berpikir?Salah memilih prosedur, salah membaca data, melewatkan syarat keselamatan, salah menilai opsi MCMA.Latihan hanya menghasilkan skor tanpa perbaikan pembelajaran.
Prinsip Hosch.id: setiap latihan sebaiknya dapat dijawab dengan pertanyaan “kompetensi resmi mana yang sedang dilatih?” Jika guru tidak dapat menautkannya kembali ke elemen/kompetensi/batasan dalam kerangka, latihan tersebut perlu diperiksa ulang.

8. Tiga Level Kognitif yang Diukur

Walaupun kata kerja operasional berbeda antarprogram, pola umum kerangka Program Keahlian bergerak dalam tiga tingkat kemampuan: Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi, dan Penalaran.

Level 1 Pengetahuan dan Pemahaman

Murid mengenali, mengidentifikasi, menjelaskan, memahami, atau mengklasifikasikan konsep, alat, prosedur, profesi, data, standar, dan prinsip dasar bidang keahlian.

Level 2 Aplikasi

Murid menerapkan konsep dan prosedur pada situasi kerja, menggunakan informasi teknis, menghitung, menentukan langkah, mengoperasikan secara konseptual, atau memilih tindakan yang sesuai.

Level 3 Penalaran

Murid menganalisis kasus, mengevaluasi alternatif, menarik kesimpulan, memecahkan masalah, atau menentukan keputusan berdasarkan data dan konteks bidang kerja.

Karena itu, belajar TKA Program Keahlian tidak cukup dengan menghafal definisi alat, istilah, atau SOP. Soal dapat meminta peserta menentukan tindakan pada kasus tertentu, menganalisis kesalahan proses, membaca data teknis, mengevaluasi alternatif, atau mengambil keputusan yang paling sesuai dengan standar bidang.

9. Jenis dan Bentuk Soal TKA Program Keahlian

Perka BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 secara khusus menyatakan bahwa jenis soal pada setiap mata uji Program Keahlian berupa soal tunggal: satu soal berdiri sendiri dan tidak bergantung pada soal lain. Di dalam jenis soal tunggal tersebut terdapat tiga bentuk respons.

9. Jenis dan Bentuk Soal TKA Program Keahlian
BentukCiriApa yang Harus Dilakukan Peserta?
Pilihan Ganda SederhanaSatu jawaban benar.Memilih satu opsi yang paling tepat.
PG Kompleks MCMADapat terdapat lebih dari satu jawaban benar.Memilih semua opsi yang benar sesuai perintah.
PG Kompleks KategoriBeberapa pernyataan harus diberi respons kategori.Menilai setiap pernyataan, misalnya benar/salah atau sesuai/tidak sesuai.

Format MCMA dan kategori menuntut ketelitian berbeda dari pilihan ganda biasa. Peserta tidak cukup menemukan satu pernyataan yang benar; setiap opsi atau pernyataan perlu dievaluasi terhadap stimulus dan konsep yang digunakan.

Jangan salah membaca sumber sekunder. Dokumen Perka BKPDM 1/2026 yang ditelaah menyatakan jenis soal Program Keahlian berupa soal tunggal. Jika menemukan artikel lain yang menyebut soal grup untuk kerangka khusus Program Keahlian, periksa kembali dokumen resmi sebelum menggunakannya sebagai acuan.

10. Contoh Membaca Kerangka Beberapa Program Keahlian

Bagian berikut bukan rangkuman seluruh kisi-kisi. Tujuannya menunjukkan bagaimana struktur kerangka berubah sesuai karakter bidang.

Contoh A

Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG)

Kerangka PPLG mencakup antara lain proses bisnis pengembangan perangkat lunak dan gim, perkembangan teknologi dan dunia kerja, profesi dan kewirausahaan, K3LH dan budaya kerja, perangkat pengembangan, dasar basis data, aset dan antarmuka, algoritma, pemrograman terstruktur, serta pemrograman berorientasi objek.

Pada level penalaran, peserta dapat diminta menganalisis alur logika program, struktur data, pembagian fungsi/prosedur, desain modular, atau ketepatan penerapan konsep OOP. Artinya, persiapan tidak cukup dengan menghafal sintaks; peserta perlu memahami logika dan alasan di balik solusi.

Contoh B

Teknik Konstruksi dan Perumahan

Muatan dapat melibatkan wawasan dunia kerja, K3LH, bahan dan pekerjaan konstruksi, pengukuran, gambar teknik, serta konsep teknis yang relevan. Pada level aplikasi, proses berpikir dapat berupa menggunakan data/gambar, menghitung, mengoperasikan secara konseptual, menentukan langkah, dan menerapkan prosedur. Pada level penalaran, peserta menganalisis atau mengevaluasi data, metode kerja, gambar, perhitungan, dan penerapan K3LH.

Contoh C

Pemasaran

Kerangka Pemasaran tidak berhenti pada definisi pemasaran. Muatannya mencakup proses bisnis, perkembangan pemasaran konvensional hingga digital, profesi, kewirausahaan, riset pasar, perilaku konsumen, pelayanan, K3, administrasi dan fungsi manajemen. Penalaran dapat meminta peserta menganalisis kebutuhan pasar, buyer persona, strategi pemasaran, atau tahapan keputusan pembelian.

Contoh D

Layanan Kesehatan

Kerangka mencakup antara lain wawasan dunia kerja, anatomi-fisiologi dan pertumbuhan-perkembangan manusia, kecakapan kerja dasar, APD, K3, tanda-tanda vital, serta etika dan komunikasi. Pada level lebih tinggi, peserta dapat diminta menganalisis hubungan data atau kondisi klien dengan tindakan layanan yang sesuai dalam batas kompetensi yang ditetapkan kerangka.

Contoh E

Animasi

Muatan mencakup wawasan dunia kerja, kecakapan kerja dasar, aspek legal, kontrol kualitas, unsur visual, pergerakan, dan cerita visual. Pada level aplikasi dan penalaran, peserta dapat menghadapi konteks storyboard, animatic, keyframe, timeline, prinsip gerak, alur produksi, hingga evaluasi kualitas karya.

Lima contoh tersebut menunjukkan satu pola: kerangka Program Keahlian menggunakan konteks nyata bidang kerja untuk menguji konsep, penerapan, dan penalaran. Karena itu, bahan belajar terbaik bukan kumpulan “prediksi soal” tanpa dasar, melainkan kerangka resmi ditambah penguatan konsep dan latihan kasus yang selaras dengan kompetensi di dalamnya.

11. Bagaimana Murid SMK/MAK Memilih Dua Mata Pelajaran?

Untuk SMK/MAK, keputusan dapat memiliki dua orientasi besar: studi lanjut dan penguatan bidang kejuruan/karier. Keduanya tidak perlu dipertentangkan, tetapi dasar pemilihannya dapat berbeda.

A. Jika fokus utama adalah program studi perguruan tinggi

Mulailah dari program studi yang dituju, lalu baca mata pelajaran pendukung dalam Kepmendikdasmen 102/M/2025. Untuk jalur SNBP, jangan memilih hanya karena sebuah mata uji “terlihat cocok” dengan jurusan SMK. Cocokkan dengan mata pelajaran yang tercatat pada rapor dan ketentuan seleksi tahun berjalan.

B. Jika ingin menunjukkan capaian pada bidang Program Keahlian

Teori Kompetensi Kejuruan/Program Keahlian menjadi opsi yang secara langsung mengukur kompetensi fondasi bidang keahlian. Bila opsi ini dipilih, Program Keahlian harus sesuai dengan Program Keahlian peserta.

C. Jika mempertimbangkan PKK

PKK mengukur kompetensi produksi dan kewirausahaan yang lintas bidang. Pilihan ini berbeda dari mata uji Program Keahlian yang spesifik. Baca kerangka PKK dan jangan menganggapnya sebagai versi umum dari TKK.

D. Periksa rapor dan keputusan sebelum finalisasi

Pedoman pendaftaran mengharuskan dua mata uji pilihan dicantumkan dalam Surat Pernyataan Keikutsertaan. Pilihan harus dipastikan sebelum proses finalisasi dan penerbitan DNT sesuai mekanisme pendaftaran.

Sintesis operasional Hosch.id: buat matriks sederhana berisi tujuan setelah lulus → prodi/karier → mapel yang ada di rapor → opsi TKA yang relevan → kekuatan akademik → keputusan dua pilihan. Dengan cara ini, pemilihan tidak sekadar mengikuti teman satu jurusan.

12. Kaitan TKA SMK/MAK dengan Studi Lanjut dan SNBP

Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 menyatakan hasil TKA SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. Untuk SNBP, Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025 menetapkan mata pelajaran pendukung program studi sebagai salah satu komponen seleksi sekaligus rujukan mata pelajaran pilihan TKA.

Dokumen yang sama memberikan ketentuan khusus bagi lulusan SMK/MAK: nilai mata pelajaran dasar-dasar Program Keahlian dan/atau Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan merupakan salah satu komponen SNBP untuk mendukung program studi yang dipilih.

Namun, jangan menyimpulkan bahwa nilai TKA Program Keahlian memiliki bobot persentase tertentu dalam SNBP tanpa ketentuan resmi. Hubungan rapor, TKA, mata pelajaran pendukung, dan mekanisme seleksi harus dibaca berdasarkan aturan SNPMB tahun berjalan.

Jika tujuan utama SNBP: baca juga panduan Hosch.id tentang cara memilih dua mata pelajaran pilihan TKA dan kaitannya dengan program studi SNBP. Prinsip pemetaan prodi dan rapor juga relevan bagi peserta SMK/MAK, dengan tambahan karakter khusus pendidikan kejuruan.

13. Posisi Mata Uji dalam Empat Hari TKA SMK/MAK 2026

Penyelenggaraan 2026 berbeda dari pola 2025. Informasi resmi Kemendikdasmen menjelaskan bahwa mata pelajaran wajib pada jenjang SMA/MA/SMK/MAK kini dibagi satu mata pelajaran wajib per hari untuk mengurangi kelelahan kognitif peserta. Durasi mata uji wajib juga diperpanjang menjadi 75 menit.

Struktur pelaksanaan TKA SMK/MAK 2026
HariFokus utamaCatatan operasional
Hari IBahasa IndonesiaInformasi pelaksanaan 2026 menyebut mata uji wajib dikerjakan terpisah per hari; Bahasa Indonesia mendapat alokasi 75 menit. Komponen integrasi TKA–AN mengikuti jadwal aktif pada sistem.
Hari IIBahasa InggrisBahasa Inggris juga dialokasikan 75 menit pada mekanisme 2026. Sekolah harus mengikuti sesi dan urutan yang tercantum pada kartu/sistem resmi.
Hari IIIMatematikaMatematika dialokasikan 75 menit. Informasi resmi gladi 2026 menyebut penyesuaian ini sebagai bagian dari penyempurnaan mekanisme.
Hari IVMata Pelajaran Pilihan 1 dan 2Termasuk mata uji Program Keahlian bila dipilih. Alokasi dan urutan rinci mengikuti pedoman/jadwal aktif yang ditampilkan untuk peserta pada siklus pelaksanaan.
Freshness check: per 12 Oktober 2026, gladi bersih Gelombang 2 berlangsung 12–18 Oktober dan pelaksanaan utama dijadwalkan 26 Oktober–8 November 2026. Karena pengaturan teknis dapat diperbarui, jadwal pada kartu peserta dan portal resmi harus menjadi acuan terakhir menjelang tes.

14. Strategi Belajar Berdasarkan Kerangka Asesmen

Persiapan TKA Program Keahlian sebaiknya tidak berubah menjadi “menghafal seluruh buku SMK”. Kerangka resmi justru membantu mempersempit fokus ke kompetensi fondasi yang diukur.

Langkah 1 — Unduh kerangka Program Keahlian yang tepat

Pastikan nama Program Keahlian cocok. Jangan menggunakan kisi-kisi PPLG untuk TJKT, atau Akuntansi untuk Manajemen Perkantoran, hanya karena bidangnya berdekatan.

Langkah 2 — Tandai elemen dan sub-elemen

Buat daftar materi berdasarkan matriks resmi. Pisahkan materi yang sudah dikuasai, perlu penguatan, dan belum dipahami.

Langkah 3 — Baca batasan/catatan

Batasan sering lebih penting daripada judul materi. Dua topik dengan nama luas dapat hanya diukur pada bagian tertentu.

Langkah 4 — Latih tiga level kognitif

Untuk satu topik, buat latihan bertingkat: satu soal untuk menjelaskan konsep, satu untuk menerapkan pada situasi, dan satu untuk menganalisis atau mengevaluasi kasus. Cara ini lebih selaras dengan struktur kerangka dibanding hanya mengerjakan soal hafalan.

Langkah 5 — Biasakan MCMA dan kategori

Kesalahan umum terjadi ketika peserta masih memakai pola “cari satu jawaban paling benar” pada MCMA. Pada PG kompleks, setiap opsi harus dievaluasi.

Langkah 6 — Gunakan konteks dunia kerja

Banyak kerangka Program Keahlian menempatkan konsep dalam situasi kerja: SOP, K3/K3LH, data produksi, kebutuhan pelanggan, alat, gambar, proses bisnis, teknologi, atau pengambilan keputusan. Latihan sebaiknya mengikuti konteks semacam itu.

Diagnosis Kesalahan: Jangan Berhenti pada Skor

Untuk TKA Program Keahlian, jawaban salah sebaiknya dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Pengelompokan sederhana membuat remedial lebih tepat daripada mengulang paket soal yang sama.

Diagnosis kesalahan latihan dan tindak lanjut
Jenis kesalahanGejalaTindak lanjut
Salah konsepMurid tidak memahami istilah, prinsip, hubungan, atau aturan dasar bidang.Kembali ke konsep inti dan gunakan contoh yang lebih sederhana sebelum konteks kompleks.
Salah prosedurKonsep diketahui, tetapi urutan kerja/SOP atau pemilihan alat/tindakan keliru.Latih urutan keputusan dan alasan setiap langkah, termasuk K3/K3LH jika relevan.
Salah membaca stimulusData, gambar, tabel, spesifikasi, atau syarat kasus terlewat.Biasakan menandai informasi penting dan membedakan data relevan dengan distraktor.
Salah penalaranMurid dapat menghitung/mengenali, tetapi tidak dapat memilih solusi terbaik atau menjelaskan alasan.Gunakan dua atau lebih alternatif dan minta murid membandingkan konsekuensinya.
Salah format responsMurid menemukan satu opsi benar pada MCMA lalu berhenti, atau tidak menilai setiap baris PG kategori.Latih pemeriksaan tiap opsi sebagai keputusan terpisah.
Format jurnal kesalahan yang disarankan: kompetensi → jawaban saya → sumber kesalahan → bukti yang terlewat → perbaikan konsep/prosedur → latihan ulang. Ini merupakan alat belajar internal, bukan format resmi pemerintah.
Sintesis operasional Hosch.id: untuk setiap sub-elemen, guru dapat membuat tabel empat kolom: konsep inti | aplikasi kerja | kesalahan umum | kasus penalaran. Tabel ini bukan format resmi Kemendikdasmen, tetapi cara praktis menerjemahkan kerangka asesmen menjadi bahan belajar.

15. Checklist Sekolah dan Guru Kejuruan

□ Verifikasi Program Keahlian pesertaPastikan data Program Keahlian sesuai dan tidak tertukar dengan nama Konsentrasi Keahlian.
□ Gunakan dokumen 2026Jangan mengandalkan FAQ atau kerangka lama tanpa membaca Kepmendikdasmen 56/2026 dan Perka BKPDM 1/2026.
□ Unduh kerangka yang sesuaiGuru kejuruan perlu membaca bagian Program Keahlian masing-masing, bukan hanya ringkasan umum.
□ Petakan elemen dan sub-elemenIdentifikasi kompetensi yang diukur dan batasannya.
□ Latihan tidak hanya hafalanSediakan latihan pengetahuan, aplikasi, dan penalaran.
□ Ajarkan format PG kompleksPastikan murid memahami MCMA dan kategori.
□ Dampingi pemilihan mapelJangan menyeragamkan dua pilihan seluruh peserta hanya demi kemudahan administrasi.
□ Bedakan TKA dan UKKJelaskan bahwa TKA Program Keahlian mengukur kompetensi fondasi dan bukan penentu kelulusan.
□ Simpan peta kompetensiUntuk setiap program, simpan matriks elemen–kompetensi–batasan–latihan agar bahan penguatan dapat ditelusuri ke kerangka resmi.
□ Analisis hasil latihanKelompokkan kesalahan murid menjadi konsep, prosedur, pembacaan stimulus, penalaran, atau format respons sebelum menentukan remedial.

16. Checklist Peserta SMK/MAK

□ Saya tahu tiga mata uji utamaBahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
□ Saya sudah memastikan dua pilihanPilihan sudah sesuai tujuan studi/karier dan ketentuan pendaftaran.
□ Jika memilih TKK, Program Keahlian benarNama mata uji Program Keahlian sesuai dengan data pendidikan saya.
□ Saya membaca kerangka resmiBukan hanya kisi-kisi dari media sosial atau prediksi soal.
□ Saya memahami batasan materiSaya tahu sub-elemen apa yang diukur dan apa yang tidak menjadi fokus.
□ Saya berlatih tiga levelTidak hanya menghafal, tetapi juga menerapkan dan bernalar.
□ Saya memahami MCMASaya siap menghadapi soal dengan lebih dari satu jawaban benar.
□ Saya memahami PG kategoriSaya mengevaluasi setiap pernyataan, bukan hanya mencari satu opsi.

17. Kesalahan dan Salah Paham yang Perlu Dihindari

1. “TKA SMK hanya menguji mata pelajaran umum.”

Informasi ini sudah tidak cukup untuk menggambarkan kebijakan 2026. Kepmendikdasmen 56/2026 memasukkan Teori Kompetensi Kejuruan (Program Keahlian) dalam daftar pilihan SMK/MAK, dan Perka BKPDM 1/2026 menyediakan 50 kerangka Program Keahlian.

2. “Semua peserta SMK wajib mengambil TKK.”

Pedoman 56/2026 menyatakan peserta SMK/MAK memilih dua mata pelajaran dari daftar angka 1–20. TKK adalah salah satu opsi. Ketentuan khususnya: jika TKK dipilih, mata uji harus sesuai Program Keahlian peserta.

3. “PKK sama dengan TKK.”

Tidak. PKK mengukur kompetensi produksi dan kewirausahaan lintas bidang, sedangkan Program Keahlian mengukur kompetensi fondasi bidang kejuruan tertentu.

4. “TKA Program Keahlian sama dengan UKK.”

Tidak tepat. Kerangka TKA menyatakan mata uji Program Keahlian bukan instrumen penentu kelulusan. UKK memiliki fungsi, prosedur, dan bentuk asesmen tersendiri.

5. “Karena namanya Teori Kompetensi Kejuruan, soalnya hanya hafalan teori.”

Keliru. Kerangka resmi mengukur aplikasi dan penalaran selain pengetahuan/pemahaman. Banyak kompetensi ditempatkan dalam kasus dunia kerja dan pengambilan keputusan.

6. “Semua konsentrasi keahlian mendapat soal yang sepenuhnya berbeda.”

Kerangka 2026 justru menjelaskan bahwa asesmen Program Keahlian berfokus pada kompetensi fondasi yang menjadi irisan utama berbagai konsentrasi dalam Program Keahlian tersebut.

7. “Contoh soal resmi adalah kisi-kisi lengkap.”

Tidak. Contoh soal membantu memahami bentuk pengukuran. Ruang asesmen harus dibaca dari definisi, muatan, kompetensi, matriks, dan batasan/catatan secara keseluruhan.

18. FAQ TKA SMK/MAK 2026

Apa saja mata uji utama TKA SMK/MAK?

Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, ditambah dua mata pelajaran pilihan.

Berapa mata pelajaran pilihan yang harus dipilih?

Dua mata pelajaran pilihan.

Apakah Teori Kompetensi Kejuruan wajib dipilih semua murid SMK?

Tidak dinyatakan wajib bagi semua peserta dalam Kepmendikdasmen 56/2026. TKK berada dalam daftar 20 opsi bagi SMK/MAK. Jika dipilih, TKK harus sesuai Program Keahlian masing-masing peserta.

Berapa Program Keahlian yang memiliki kerangka TKA khusus pada 2026?

Peraturan Kepala BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 mencantumkan 50 mata uji Program Keahlian.

Apakah PKK sama dengan Program Keahlian?

Tidak. PKK memiliki konstruk produksi dan kewirausahaan, sedangkan mata uji Program Keahlian mengukur kompetensi fondasi sesuai bidang kejuruan peserta.

Apakah soal Program Keahlian berbentuk praktik langsung?

Kerangka TKA Program Keahlian yang ditelaah menetapkan soal objektif digital dalam bentuk pilihan ganda sederhana dan pilihan ganda kompleks. Konteksnya dapat sangat teknis dan aplikatif, tetapi TKA tidak sama dengan ujian praktik UKK.

Apa tiga level kognitif utamanya?

Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi, serta Penalaran. Kata kerja proses berpikir dapat berbeda menurut karakter Program Keahlian.

Apakah soal Program Keahlian memakai soal grup?

Perka BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 yang ditelaah menyatakan jenis soal pada setiap mata uji Program Keahlian berupa soal tunggal. Bentuknya PG sederhana, PG kompleks MCMA, dan PG kompleks kategori.

Apakah TKA menentukan kelulusan SMK/MAK?

Tidak. Kerangka resmi menegaskan mata uji Program Keahlian bukan instrumen penentu kelulusan. Penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan.

Apakah hasil TKA bisa digunakan untuk studi lanjut?

Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 menyatakan hasil TKA jenjang SMA/MA dan SMK/MAK dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. Untuk jalur tertentu, ikuti ketentuan seleksi tahun berjalan.

Di mana melihat kerangka resmi setiap Program Keahlian?

Gunakan portal TKA Pusat Asesmen Pendidikan. Portal tersebut menyediakan halaman mata pelajaran serta dokumen Peraturan Kepala BKPDM Nomor 1 Tahun 2026.

19. Sumber Resmi

Artikel ini disusun dengan memprioritaskan dokumen dan kanal resmi berikut:

  • Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik — dasar umum TKA, peserta, mata uji, hasil, dan pemanfaatan hasil.
  • Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan AN — dasar struktur mata uji 2026, 20 opsi SMK/MAK, TKK sesuai Program Keahlian, jadwal empat hari, serta penskoran/pelaporan.
  • Peraturan Kepala BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kerangka Asesmen TKA pada SMK/MAK — dasar 50 mata uji Program Keahlian, muatan, kompetensi, bentuk soal, level kognitif, matriks, dan contoh soal.
  • Peraturan Kepala BSKAP Nomor 45/H/AN/2025 — kerangka mata uji jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, termasuk Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan.
  • Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025 — mata pelajaran pendukung program studi dalam SNBP dan ketentuan khusus nilai dasar-dasar Program Keahlian/PKK bagi lulusan SMK/MAK.
  • Portal TKA Pusat Asesmen Pendidikan — halaman kerangka mata uji wajib dan pilihan, termasuk halaman Program Keahlian SMK/MAK.
  • Unduhan Dokumen Resmi TKA Pusmendik — kanal unduhan regulasi dan petunjuk TKA.
  • BBPMP Jawa Barat — pembaruan mekanisme dan gladi bersih TKA 2026, untuk status pelaksanaan dan perubahan satu mata uji wajib per hari.
  • Direktorat SMK — dukungan pembelajaran dan penyelarasan kerangka asesmen Program Keahlian, 2026.

Status verifikasi: diperiksa ulang pada 12 Oktober 2026. Artikel memprioritaskan regulasi dan informasi 2026 ketika terdapat perbedaan dengan FAQ/konten 2025. Daftar 50 Program Keahlian tetap dibaca dari Perka BKPDM Nomor 1 Tahun 2026; jadwal dan mekanisme pelaksanaan harus dikonfirmasi kembali pada portal/kartu peserta karena dapat diperbarui mendekati hari tes.

Penutup

TKA SMK/MAK 2026 mempunyai karakter yang lebih khas karena peserta tetap mengerjakan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, sementara pilihan SMK kini dapat mengakomodasi mata uji Program Keahlian sesuai data peserta. Perka BKPDM Nomor 1 Tahun 2026 memberi kerangka rinci bagi 50 Program Keahlian.

Nilai terbesar dari kerangka bukan pada banyaknya daftar materi, melainkan pada cara membacanya: elemen apa yang diuji, kompetensi apa yang dituntut, batasannya sampai mana, konteks kerja apa yang digunakan, dan level berpikir apa yang harus ditunjukkan. Guru kemudian dapat mengubahnya menjadi peta belajar yang dapat ditelusuri, sementara murid dapat mengetahui apakah kesalahannya berasal dari konsep, prosedur, pembacaan stimulus, penalaran, atau format respons.

Artikel ini menutup seri delapan artikel TKA Hosch.id. Untuk aspek teknis penyelenggaraan, administrasi, proktor, perangkat, serta artikel TKA jenjang lain, gunakan Panduan Teknis Hosch.id sebagai pintu masuk ke klaster panduan terkait.

Seri TKA 2026 Hosch.id

Lanjutkan ke panduan TKA lain dalam klaster ini sesuai kebutuhan peserta, sekolah, madrasah, proktor, guru, dan orang tua.