TKA 2026 • Checklist Teknis • Semua Jenjang

Checklist Teknis TKA 2026: Komputer, Internet, Moda Daring/Semi Daring, Proktor dan Teknisi

Kesiapan TKA berbasis komputer tidak cukup dinilai dari jumlah laptop yang tersedia. Satuan pendidikan perlu memastikan moda pelaksanaan, spesifikasi komputer, topologi jaringan, bandwidth, listrik, aplikasi, komputer cadangan, pembagian sesi, serta kesiapan proktor dan teknisi bekerja sebagai satu sistem.

Diperbarui dan diverifikasi ulang: 12 Oktober 2026 • Berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026, Petunjuk Teknis TKA-AN 2026, dan informasi resmi Pusmendik
Checklist teknis TKA 2026: komputer, internet, moda daring dan semi daring
Ringkasan teknis: TKA menggunakan sistem asesmen berbasis komputer dengan pilihan moda daring atau semi daring. Pedoman menetapkan 1 proktor menangani maksimal 40 komputer klien, 1 pengawas maksimal 20 peserta, dan setiap satuan pendidikan pelaksana minimal memiliki 1 teknisi. Komputer, jaringan internet, dan aplikasi versi terbaru harus disiapkan paling lambat 7 hari kalender sebelum simulasi. Kebutuhan komputer harus dihitung sesuai jenjang, sesi, dan gelombang yang berlaku, lalu ditambah komputer cadangan minimal 10%.
Ditulis dan ditelaah oleh Tim Hosch.id

Artikel ini memisahkan dengan tegas antara ketentuan resmi TKA 2026 dan sintesis operasional Hosch.id. Angka spesifikasi, rasio petugas, kebutuhan cadangan, moda, dan aplikasi dirujuk ke dokumen Kemendikdasmen/Pusmendik. Sementara urutan diagnosis, pencatatan insiden, uji beban, dan cara melokalisasi gangguan merupakan pendekatan operasional yang disusun dari pengalaman Hosch.id mengelola infrastruktur digital sekolah dan madrasah.

Hosch.id bukan penyelenggara resmi TKA dan artikel ini tidak mengklaim pengalaman sebagai pelaksana TKA pemerintah. Pengalaman teknis yang digunakan berasal dari pengelolaan domain, hosting aplikasi akademik, endpoint, jaringan lokal/server–client, dokumentasi, backup, dan troubleshooting pada lingkungan pendidikan. Inventaris yang ditinjau pada September 2026 mencakup lebih dari 120 domain, subdomain, dan endpoint aplikasi; metodologinya dijelaskan pada Jejak Implementasi Hosch.id.

Fakta resmi → regulasi/juknisPraktik operasional → sintesis Hosch.idDetail sensitif → tidak dipublikasikan
Prinsip lapangan yang kami gunakan:

Jangan mulai troubleshooting dengan mengubah banyak hal sekaligus. Tentukan dulu cakupan gejala: satu klien, satu ruang, satu jaringan, komputer proktor, atau layanan pusat. Setelah itu periksa dari lapisan paling dasar—daya/perangkat, koneksi fisik, alamat/jalur jaringan, aplikasi/layanan, lalu prosedur atau layanan pusat. Pola ini membantu mencegah tindakan acak seperti instal ulang ketika akar masalah sebenarnya kabel, IP, switch, atau koneksi internet.

1. Jangan Mulai dari Komputer: Mulai dari Status dan Moda Pelaksanaan

Kesalahan umum dalam persiapan asesmen berbasis komputer adalah langsung menghitung perangkat tanpa terlebih dahulu menetapkan status pelaksanaan dan moda pelaksanaan. Padahal dua keputusan tersebut menentukan arsitektur teknis yang harus disiapkan.

MandiriSatuan pendidikan melaksanakan TKA menggunakan sarana, ruang, jaringan, proktor, teknisi, dan dukungan operasional yang memenuhi ketentuan sebagai satuan pendidikan pelaksana.
MenumpangJika sarana dan prasarana tidak memenuhi persyaratan, satuan pendidikan dapat melaksanakan TKA di satuan pendidikan lain atau lokasi lain yang memenuhi ketentuan sesuai penetapan penyelenggara berwenang.
DaringKomputer proktor dan komputer klien membutuhkan koneksi ke sistem pusat selama pelaksanaan. Kualitas koneksi internet menjadi bagian kritis dari kesiapan setiap ruang.
Semi daringKomputer klien terhubung melalui jaringan lokal ke komputer proktor. Internet pada komputer proktor digunakan untuk proses seperti sinkronisasi dan pengunggahan respons, sehingga kesiapan LAN dan komputer proktor menjadi sangat penting.

Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 juga membuka mekanisme resource sharing atau berbagi sumber daya. Pemetaan dapat mempertimbangkan jumlah peserta, ketersediaan perangkat, lokasi, dan jarak. Sumber daya bahkan dapat berasal dari satuan pendidikan lain, perguruan tinggi, instansi pemerintah/swasta, atau tempat lain yang memenuhi persyaratan.

Prinsip praktis: jangan memaksakan status mandiri hanya karena sekolah atau madrasah memiliki laboratorium komputer. Yang dinilai bukan sekadar keberadaan perangkat, tetapi apakah perangkat, jaringan, listrik, aplikasi, ruang, dan SDM dapat bekerja stabil sesuai moda yang ditetapkan.

Untuk alur administrasi sebelum tahap teknis—mulai dari NISN, DNS, SPTJM, DNT hingga kartu peserta—lihat Panduan TKA 2026 untuk Sekolah dan Madrasah. Untuk kalender jenjang menengah, lihat Jadwal TKA 2026 SMA/MA dan SMK/MAK.

2. Moda Daring vs Semi Daring: Apa Perbedaannya?

Kedua moda sama-sama menggunakan komputer, tetapi kebutuhan jaringannya berbeda. Memahami perbedaan ini penting karena perangkat yang memadai untuk moda daring belum tentu tepat untuk semi daring, terutama pada komputer proktor dan jaringan lokal.

2. Moda Daring vs Semi Daring: Apa Perbedaannya?
AspekModa DaringModa Semi Daring
Koneksi klienKlien membutuhkan koneksi ke jaringan/internet selama tes.Klien terhubung ke komputer proktor melalui LAN lokal.
Peran internetSangat menentukan karena perangkat mengakses sistem pusat secara daring.Terutama diperlukan pada komputer proktor untuk sinkronisasi, layanan sistem, dan unggah respons.
Komputer proktorSpesifikasi relatif ringan; menggunakan Proktor Browser.Lebih tinggi: 4 core, RAM 8 GB, 2 NIC, ruang penyimpanan lebih besar; menjalankan VirtualBox, VHD, dan Exambrowser Admin.
Jaringan klienDapat menggunakan LAN atau skema nirkabel yang memenuhi ketentuan teknis.Mengandalkan LAN 100/1000 Mbps; klien tidak menggunakan Wi-Fi.
Tahap khususTidak memiliki proses sinkronisasi lokal seperti semi daring.Proktor melakukan sinkronisasi sebelum pelaksanaan dan mengunggah respons peserta setiap sesi.
Titik risiko utamaInternet ruang tes, kestabilan koneksi klien, dan akses aplikasi.Komputer proktor, LAN lokal, sinkronisasi, upload respons, serta koneksi internet proktor.
Jangan memilih moda hanya berdasarkan “internet cepat atau lambat”. Moda harus mengikuti penetapan dan kesiapan infrastruktur. Semi daring mengurangi ketergantungan internet pada komputer klien saat tes, tetapi menambah kebutuhan pada server/proktor lokal, LAN, konfigurasi, sinkronisasi, dan prosedur unggah hasil.

3. Cara Menghitung Kebutuhan Komputer TKA: Bedakan Jenjang, Sesi, dan Gelombang

Bagian ini perlu dibaca dengan hati-hati karena Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tidak memakai satu rasio yang sama untuk seluruh jenjang. Kebutuhan komputer ditentukan dari jenjang, jenis satuan pendidikan, jumlah sesi, jumlah gelombang, dan peserta yang harus dilayani.

Rasio maksimum penggunaan komputer menurut kelompok jenjang dalam pedoman TKA 2026
KelompokSatuan pendidikan formalNonformal
SMA/MA/sederajat dan SMK/MAKMaksimal 1:6 — satu komputer dapat digunakan oleh maksimal 6 peserta dalam 6 sesi berurutan.Maksimal 1:3 — satu komputer dapat digunakan oleh maksimal 3 peserta dalam 3 sesi berurutan.
SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajatMaksimal 1:12 — satu komputer dapat digunakan oleh maksimal 12 peserta dalam 12 sesi berurutan.Maksimal 1:6 — satu komputer dapat digunakan oleh maksimal 6 peserta dalam 6 sesi berurutan.

Pedoman juga menetapkan komputer cadangan 10% dari total komputer yang dibutuhkan. Dalam praktik perencanaan, gunakan konfigurasi sesi dan gelombang yang benar-benar ditetapkan untuk satuan pendidikan Anda; jangan mengambil rasio maksimum lalu menganggap seluruh kombinasi sesi otomatis tersedia.

Komputer utama = jumlah peserta ÷ (jumlah sesi × jumlah gelombang yang berlaku)

Contoh resmi: 300 peserta SMA/MA/SMK formal

Contoh dalam pedoman menggunakan 3 sesi × 2 gelombang: 300 ÷ 6 = 50 komputer utama. Cadangan 10% = 5 komputer, sehingga kebutuhan minimal menjadi 55 komputer klien.

Contoh resmi: 90 peserta SMP/MTs/SD/MI formal

Contoh resmi menggunakan 3 sesi × 4 gelombang: 90 ÷ 12 = 7,5 sehingga kebutuhan utama dibulatkan ke atas menjadi 8 komputer. Cadangan 10% dari kebutuhan utama menghasilkan minimal 1 perangkat cadangan, sehingga total menjadi 9 komputer klien.

Koreksi penting terhadap perhitungan yang sering beredar: jangan menggunakan rumus “jumlah peserta ÷ 4” untuk seluruh jenjang. Pedoman 2026 membedakan rasio SMA/MA/SMK dengan SD/MI/SMP/MTs. Selalu cocokkan kembali jumlah sesi, gelombang, dan status formal/nonformal pada dokumen yang berlaku.

4. Spesifikasi Minimal Komputer dan Jaringan Moda Daring

Petunjuk teknis TKA-AN 2026 membedakan komputer proktor dan komputer klien. Pada moda daring, keduanya relatif ringan dibandingkan komputer proktor semi daring.

Komputer Proktor — Daring
  • PC, All in One, atau laptop.
  • CPU minimal dual core.
  • Monitor minimal 11,6 inci.
  • RAM minimal 2 GB.
  • Resolusi minimal 1024 × 720 piksel.
  • NIC/Wi-Fi.
  • Ruang penyimpanan kosong minimal 10 GB.
  • Sistem operasi sesuai spesifikasi juknis.
  • Aplikasi: Proktor Browser.
Komputer Klien — Daring
  • PC, All in One, atau laptop.
  • CPU minimal dual core.
  • Monitor minimal 11,6 inci.
  • RAM minimal 2 GB.
  • Resolusi minimal 1024 × 720 piksel.
  • Ruang penyimpanan kosong minimal 10 GB.
  • NIC/Wi-Fi.
  • Web camera bersifat opsional.
  • Aplikasi: Exambrowser Client.

Jaringan moda daring

BandwidthFAQ resmi menyebut minimal 16 Mbps untuk 40 klien.
LANKoneksi dapat disalurkan melalui switch/hub dengan kabel minimal CAT5E.
Access PointAlternatif nirkabel menggunakan access point stabil dengan maksimal 20 klien per access point menurut FAQ teknis.
Keamanan jaringanGunakan mekanisme autentikasi/keamanan jaringan yang sesuai; FAQ menyebut sistem login dan WPA/PSK.
Tentang Windows 7: juknis mencantumkan Windows 7 sebagai batas minimum pada beberapa spesifikasi. Itu adalah batas kompatibilitas dalam dokumen, bukan anjuran untuk menurunkan komputer yang sudah menggunakan sistem operasi lebih baru. Gunakan sistem yang stabil, legal, kompatibel dengan aplikasi resmi, dan telah diuji saat simulasi/gladi bersih.

5. Spesifikasi Minimal Moda Semi Daring

Pada semi daring, komputer proktor memiliki fungsi yang lebih berat karena menjadi titik penting antara sistem pusat dan jaringan lokal. Karena itu spesifikasinya berbeda nyata dari moda daring.

Komputer Proktor — Semi Daring
  • PC atau All in One; juknis menyebut bukan laptop.
  • Prosesor 4 core, clock rate minimal 1,6 GHz, 64 bit.
  • Monitor minimal 11,6 inci.
  • RAM minimal 8 GB.
  • 2 LAN/NIC 100/1000 Mbps.
  • Ruang penyimpanan kosong minimal 100 GB.
  • Sistem operasi 64 bit sesuai ketentuan juknis.
  • Aplikasi: VirtualBox, VHD, dan Exambrowser Admin.
Komputer Klien — Semi Daring
  • PC, All in One, atau laptop.
  • Prosesor minimal dual core.
  • Monitor minimal 11,6 inci.
  • RAM minimal 2 GB.
  • Resolusi minimal 1024 × 720 piksel.
  • LAN/NIC 100/1000 Mbps.
  • Ruang penyimpanan kosong minimal 10 GB.
  • Aplikasi: Exambrowser Client.
  • Klien semi daring tidak menggunakan Wi-Fi.

Jaringan semi daring

Kabel LANMinimal CAT5E dengan koneksi 100/1000 Mbps.
SwitchFAQ resmi menyebut satu switch untuk setiap komputer proktor.
Internet proktorBandwidth minimal 1 Mbps yang stabil menurut FAQ teknis.
IP lokalJaringan menggunakan pengaturan IP statis; juknis/FAQ memberi pola jaringan lokal 192.168.0.n.

Dalam moda ini, keberhasilan tes bukan hanya bergantung pada internet. Gangguan pada kabel, konektor, switch, NIC, konflik IP, komputer proktor, VirtualBox/VHD, atau konfigurasi jaringan lokal dapat memutus akses seluruh klien pada ruang yang sama. Karena itu, pengujian LAN harus dilakukan sebagai bagian dari simulasi, bukan menunggu hari pelaksanaan.

6. Checklist Jaringan dan Internet Sebelum TKA

Kecepatan internet yang terlihat tinggi pada aplikasi uji kecepatan belum otomatis berarti jaringan siap untuk asesmen. Yang dibutuhkan adalah koneksi yang stabil, konsisten, dan dapat digunakan oleh seluruh perangkat pada beban nyata.

Uji semua portPeriksa switch, port LAN, konektor RJ45, kabel, NIC, dan jalur ke setiap meja. Jangan hanya menguji satu komputer.
Uji beban bersamaanJalankan perangkat sebanyak kondisi sesi sebenarnya saat simulasi/gladi bersih agar masalah kapasitas baru tidak muncul pada hari H.
Pisahkan trafik non-TKASecara operasional, batasi penggunaan jaringan yang tidak berkaitan dengan asesmen selama sesi agar kapasitas tidak tersedot aktivitas lain.
Catat topologiDokumentasikan modem/router → switch → proktor → klien agar teknisi dapat menelusuri titik gangguan dengan cepat.
Uji DNS dan akses aplikasiPastikan perangkat dapat mengakses layanan resmi yang diperlukan dan tidak terhalang konfigurasi jaringan lokal.
Siapkan jalur eskalasiJika masalah tidak dapat diselesaikan lokal, proktor mencatat dan melaporkannya melalui kanal bantuan teknis resmi.
Untuk semi daring: prioritaskan kestabilan LAN lokal. Untuk daring: prioritaskan kestabilan internet seluruh klien. Keduanya tetap membutuhkan internet pada bagian tertentu dari proses, tetapi titik ketergantungannya berbeda.

7. Model Diagnosis Berlapis Hosch.id: Cari Titik Gangguan, Bukan Menebak Penyebab

Dalam pengelolaan jaringan lokal dan aplikasi pendidikan, satu gejala yang sama dapat berasal dari lapisan yang berbeda. “Tidak bisa masuk” misalnya dapat disebabkan oleh perangkat mati, kabel lepas, alamat IP salah, aplikasi tidak berjalan, atau layanan pusat yang sedang bermasalah. Karena itu Hosch.id menggunakan urutan pemeriksaan berlapis sebelum mengubah konfigurasi.

1Daya & perangkatPastikan komputer, adaptor, UPS, NIC, switch, dan indikator fisik bekerja. Jangan mendiagnosis aplikasi pada perangkat yang ternyata kehilangan daya atau link.
2Jalur fisikPeriksa kabel, konektor, port switch, access point sesuai moda, dan link antarperangkat. Bandingkan dengan jalur klien yang normal.
3Alamat & rutePeriksa IP, subnet, gateway, DNS, konflik alamat, serta apakah klien dapat menjangkau proktor atau internet sesuai arsitektur moda.
4Aplikasi & layananPeriksa versi aplikasi, proses yang harus berjalan, pesan kesalahan, penyimpanan, serta hubungan aplikasi klien–proktor atau proktor–server pusat.
5Prosedur & pusatJika infrastruktur lokal sehat, periksa sesi, token, sinkronisasi, status layanan, dan mekanisme bantuan resmi. Jangan mengubah konfigurasi lokal tanpa bukti bila masalah berada di luar jaringan sekolah.
Mengapa pendekatan ini relevan?

Pola yang sama digunakan Hosch.id ketika menangani akses aplikasi pendidikan pada jaringan lokal: identifikasi server → alamat akses → jaringan → perangkat klien sebelum melakukan perubahan. Dokumentasi publik Hosch.id tentang akses RDM via LAN/Wi-Fi memakai prinsip ini karena diagnosis yang terurut lebih aman daripada mencoba banyak perubahan sekaligus. Pada TKA, prinsip diagnosisnya dapat dipakai sebagai kerangka berpikir, sedangkan tindakan akhir tetap harus mengikuti juknis dan kanal bantuan resmi.

Lihat contoh metodologi troubleshooting jaringan lokal Hosch.id →

8. Listrik, UPS, Ruang Tes, dan Komputer Cadangan

Gangguan asesmen tidak selalu berasal dari aplikasi. Pedoman secara eksplisit menempatkan listrik dan kondisi ruang sebagai bagian dari kesiapan sarana prasarana.

Listrik dan UPS

Teknisi bertugas memastikan jalur listrik tertata, tegangan stabil, dan cadangan daya listrik berupa UPS berfungsi. Pedoman secara khusus menekankan kesiapan cadangan daya, sementara perencanaan lokal sebaiknya mempertimbangkan titik kritis seperti komputer proktor, perangkat jaringan, dan perangkat lain yang jika mati akan memengaruhi satu ruang.

Komputer cadangan

Pedoman mengharuskan komputer peserta ditambah komputer cadangan. FAQ teknis resmi memperjelas angka operasionalnya menjadi minimal 10% dari total komputer. Komputer cadangan seharusnya sudah terpasang aplikasi dan sudah diuji, bukan perangkat kosong yang baru dikonfigurasi setelah komputer utama bermasalah.

Ruang tes

Ruang harus aman dan layak, memiliki pencahayaan serta ventilasi cukup, terbebas dari alat peraga, memiliki denah tempat duduk yang mempertimbangkan jarak peserta, dan dipasangi pengumuman pembatasan akses sesuai pedoman. Kesiapan ruang juga berarti kabel listrik dan jaringan tidak menjadi risiko tersandung atau mudah terlepas.

Cadangan yang tidak diuji bukan cadangan. Komputer, kabel, switch, adaptor, UPS, atau perangkat pengganti baru bernilai sebagai cadangan jika sudah dipastikan kompatibel dan siap digunakan tanpa konfigurasi panjang saat sesi berlangsung.

9. Proktor dan Teknisi: Jangan Menumpuk Semua Tugas pada Satu Orang

Pedoman 2026 membedakan fungsi proktor dan teknisi. Keduanya saling membantu, tetapi fokus tanggung jawabnya tidak sama.

9. Proktor dan Teknisi: Jangan Menumpuk Semua Tugas pada Satu Orang
AreaProktorTeknisi
Aplikasi asesmenMengunduh, memasang/mengonfigurasi, mengoperasikan aplikasi, mengatur sesi, menjalankan klien, dan mengelola proses asesmen.Membantu instalasi aplikasi pada komputer proktor dan klien bila diperlukan.
JaringanMemastikan koneksi yang diperlukan tersedia untuk aplikasi dan peserta.Memasang, mengonfigurasi, memelihara, dan memperbaiki jaringan internet/LAN.
PesertaMencetak kartu login, merilis token, memastikan peserta berada di ruang/sesi yang benar, memantau kelengkapan data.Tidak mengelola administrasi peserta; fokus pada sarana teknis.
Semi daringMelakukan sinkronisasi dan mengunggah respons jawaban setiap sesi.Memastikan server/proktor, LAN, listrik, dan perangkat pendukung berfungsi.
GangguanMenangani masalah aplikasi/peserta dan melaporkan masalah yang tidak dapat diselesaikan.Memperbaiki atau mengganti komputer, jaringan, kabel, dan perangkat yang bermasalah.
PelaporanMemastikan berita acara, daftar hadir, pakta integritas, dan dokumen terkait proses asesmen sesuai prosedur.Melaporkan kesiapan sarana prasarana kepada penanggung jawab satuan pendidikan.

Rasio yang ditetapkan pedoman adalah 1 proktor maksimal menangani 40 komputer klien, 1 pengawas ruang maksimal 20 peserta, dan minimal 1 teknisi pada setiap satuan pendidikan pelaksana. Jika skala pelaksanaan besar atau ruang tersebar, satuan pendidikan perlu menilai kebutuhan dukungan teknis secara realistis agar satu teknisi tidak menjadi titik kegagalan tunggal.

Proktor bukan “teknisi serba bisa”. Ketika proktor sedang mengelola token, login peserta, aplikasi, sinkronisasi, atau upload hasil, kerusakan kabel, switch, listrik, atau perangkat fisik seharusnya dapat segera ditangani teknisi tanpa menghentikan fungsi proktor.

10. Aplikasi yang Harus Disiapkan Sesuai Moda

10. Aplikasi yang Harus Disiapkan Sesuai Moda
Perangkat/ModaAplikasi utamaFungsi praktis
Proktor — daringProktor BrowserMengakses dan mengoperasikan layanan proktor pada moda daring.
Klien — daringExambrowser ClientLingkungan aplikasi peserta untuk mengakses asesmen.
Proktor — semi daringVirtualBox, VHD, Exambrowser AdminMenjalankan lingkungan server/proktor lokal dan pengelolaan asesmen semi daring.
Klien — semi daringExambrowser ClientMengakses asesmen melalui jaringan lokal ke komputer proktor.
Peserta tunanetraScreen reader seperti NVDA atau JAWS sesuai juknisMendukung aksesibilitas peserta disabilitas sensorik netra.

Pedoman meminta komputer, jaringan internet, dan instalasi aplikasi versi terbaru disiapkan paling lambat tujuh hari kalender sebelum simulasi. Karena versi aplikasi dapat berubah, jangan menyimpan installer lama sebagai satu-satunya acuan. Unduh aplikasi dari kanal resmi yang ditetapkan untuk siklus pelaksanaan yang sedang berjalan.

11. Checklist H-7, H-1, dan Hari H

Checklist waktu membantu sekolah dan madrasah menghindari pola persiapan “semua dikerjakan sehari sebelum tes”. Berikut sintesis operasional berdasarkan kewajiban dalam pedoman dan juknis; urutan lokal dapat disesuaikan tanpa mengubah ketentuan resmi.

Paling lambat H-7 sebelum simulasi Bangun sistem, bukan sekadar instal aplikasi
  • Pastikan status mandiri/menumpang dan moda sudah benar.
  • Hitung komputer utama dan cadangan.
  • Uji komputer proktor dan seluruh klien.
  • Instal aplikasi versi terbaru.
  • Uji LAN, internet, switch, kabel, dan access point sesuai moda.
  • Uji listrik dan UPS.
  • Pastikan proktor dan teknisi memahami tugasnya.
H-1 pelaksanaan Finalisasi operasional
  • Cetak daftar hadir dan kartu login sesuai ketentuan.
  • Pastikan sesi dan ruang peserta benar.
  • Cek kembali komputer cadangan.
  • Pastikan aplikasi dapat dibuka pada seluruh perangkat.
  • Untuk semi daring, pastikan tahapan sinkronisasi sesuai jadwal/prosedur.
  • Pastikan jalur eskalasi bantuan teknis tersedia.
Hari H Jaga stabilitas dan dokumentasi
  • Proktor dan teknisi hadir sesuai tata tertib sebelum sesi.
  • Periksa internet/LAN dan daya sebelum peserta masuk.
  • Jalankan aplikasi dan pastikan peserta login sesuai sesi.
  • Proktor merilis token sesuai prosedur.
  • Alihkan peserta ke komputer cadangan bila perangkat gagal.
  • Semi daring: pastikan respons diunggah setiap sesi.
  • Lengkapi berita acara dan pelaporan kendala.

12. Troubleshooting Praktis: Masalah Mana yang Harus Dicek Lebih Dulu?

Bagian ini merupakan sintesis operasional Hosch.id dari pembagian tugas proktor/teknisi dan arsitektur dua moda. Ini bukan pengganti prosedur bantuan resmi, tetapi dapat digunakan sebagai urutan pemeriksaan awal sebelum eskalasi.

12. Troubleshooting Praktis: Masalah Mana yang Harus Dicek Lebih Dulu?
GejalaPemeriksaan awalPenanggung jawab awal
Satu komputer klien tidak bisa masukCek aplikasi klien, koneksi kabel/Wi-Fi sesuai moda, IP/jaringan, lalu bandingkan dengan klien yang normal.Proktor + teknisi.
Semua klien satu ruang gagalCek komputer proktor, switch, uplink, jaringan lokal, internet, dan layanan aplikasi. Pada semi daring, cek hubungan klien–proktor.Teknisi, didampingi proktor.
Internet melambat saat semua klien aktifCek kapasitas koneksi, trafik non-TKA, router/access point, dan jumlah klien per AP.Teknisi.
Komputer peserta mati/rusakPindahkan ke komputer cadangan sesuai prosedur dan pastikan peserta melanjutkan pada identitas/sesi yang benar.Teknisi + proktor.
Aplikasi proktor bermasalahCek versi aplikasi, konfigurasi, koneksi, dan pesan kesalahan. Jangan melakukan perubahan eksperimental yang berisiko pada data.Proktor; eskalasi ke bantuan teknis bila tidak terselesaikan.
Semi daring gagal sinkronisasi/uploadCek koneksi internet komputer proktor, status layanan, konfigurasi aplikasi, ruang penyimpanan, dan tahapan prosedur.Proktor + teknisi.
Listrik padam/tegangan tidak stabilPastikan UPS menjaga titik kritis, ikuti prosedur penghentian/pemulihan, dan koordinasikan kondisi pelaksanaan.Teknisi + penanggung jawab satuan pendidikan.
Jika masalah tidak dapat diselesaikan lokal: informasi resmi Kemendikdasmen mengarahkan koordinasi melalui tim proktor dan kanal Pusat Bantuan Teknis pada laman TKA. Setelah pelaksanaan, kendala yang memerlukan tindak lanjut administratif dikoordinasikan melalui pengawas/berita acara dan penyelenggara daerah sesuai ketentuan.

13. Runbook Insiden Singkat: Tiga Skenario yang Perlu Dilatih Sebelum Hari H

Runbook berikut adalah sintesis operasional Hosch.id, bukan prosedur resmi pengganti juknis. Tujuannya melatih tim agar tidak panik dan tidak mengubah banyak konfigurasi sekaligus ketika gangguan terjadi.

Skenario A — satu klien gagal
  1. Bandingkan dengan klien di sebelah yang normal.
  2. Cek daya, link kabel/Wi-Fi sesuai moda, IP, dan aplikasi klien.
  3. Jika waktu sesi lebih kritis daripada diagnosis, gunakan komputer cadangan sesuai prosedur.
  4. Catat perangkat dan gejala untuk diperiksa setelah peserta aman.
Skenario B — seluruh klien satu ruang gagal
  1. Jangan mulai dengan menginstal ulang semua klien.
  2. Cek titik bersama: proktor, switch, uplink, router/AP, atau layanan lokal.
  3. Pada semi daring, verifikasi jalur klien ke proktor dan proses layanan pada komputer proktor.
  4. Jika infrastruktur lokal sehat, lanjutkan ke status aplikasi/layanan dan eskalasi resmi.
Skenario C — koneksi daring melambat saat beban penuh
  1. Pastikan gangguan terjadi pada banyak klien, bukan satu perangkat.
  2. Cek trafik non-TKA, utilisasi AP/switch/router, dan koneksi internet.
  3. Bandingkan hasil pada kondisi beban rendah dan beban sesi.
  4. Catat waktu, cakupan, dan perubahan yang dilakukan sebelum eskalasi.
Catatan insiden minimum
Waktu & cakupan:
kapan mulai, satu klien/satu ruang/semua ruang.
Gejala:
pesan kesalahan, indikator link, aplikasi yang gagal.
Perubahan:
apa yang diperiksa atau diganti, satu tindakan per langkah.
Hasil:
pulih/tidak, perangkat pengganti, nomor tiket atau jalur eskalasi.

Dokumentasi seperti ini membuat troubleshooting dapat diteruskan antarpersonel dan mencegah pengulangan tindakan yang sama. Prinsip dokumentasi insiden juga digunakan Hosch.id dalam pengelolaan infrastruktur agar temuan operasional dapat menjadi prosedur yang dapat digunakan kembali.

14. Checklist Final Kesiapan Teknis TKA 2026

Gunakan daftar berikut sebagai pemeriksaan akhir internal. Tanda “siap” sebaiknya diberikan setelah diuji, bukan hanya berdasarkan keberadaan barang atau pernyataan petugas.

□ Status pelaksanaanMandiri/menumpang telah sesuai penetapan.
□ ModaDaring/semi daring sudah ditetapkan dan sesuai konfigurasi.
□ Komputer proktorMemenuhi spesifikasi moda dan aplikasi berjalan.
□ Komputer klienJumlah cukup untuk sesi terbesar dan seluruhnya telah diuji.
□ Cadangan ≥10%Sudah dikonfigurasi dan siap menggantikan perangkat utama.
□ JaringanSwitch, kabel, NIC, router/AP, dan topologi telah diuji dalam beban nyata.
□ InternetMemenuhi kebutuhan moda dan stabil saat seluruh perangkat aktif.
□ ListrikJalur aman, daya cukup, tegangan stabil, dan UPS berfungsi.
□ AplikasiVersi terbaru resmi terpasang sesuai moda.
□ AksesibilitasScreen reader/dukungan peserta berkebutuhan khusus disiapkan bila diperlukan.
□ ProktorMemahami sesi, aplikasi, token, sinkronisasi/upload, dan pelaporan.
□ TeknisiMemahami topologi jaringan, listrik, perangkat, dan skenario penggantian.
□ Ruang tesDenah, ventilasi, pencahayaan, keamanan, dan pengumuman sudah sesuai.
□ Simulasi/gladiMasalah yang ditemukan telah dicatat dan ditutup sebelum pelaksanaan utama.
□ Kartu login & daftar hadirDicetak paling lambat sesuai ketentuan dan dipisahkan per ruang/sesi.
□ Jalur bantuanKontak/kanal tim teknis dan prosedur eskalasi tersedia.
Ukuran kesiapan yang lebih berguna: bukan “laboratorium sudah ada”, melainkan “seluruh perangkat, jaringan, listrik, aplikasi, dan SDM telah diuji dalam konfigurasi yang sama dengan pelaksanaan dan masalah hasil simulasi sudah ditindaklanjuti.”

15. FAQ Teknis TKA 2026

Apakah semua satuan pendidikan harus melaksanakan TKA secara mandiri?

Tidak. Jika sarana/prasarana tidak memenuhi persyaratan, pelaksanaan dapat dilakukan dengan status menumpang sesuai penetapan penyelenggara yang berwenang.

Apakah TKA hanya dapat dilaksanakan secara daring penuh?

Tidak. Pedoman dan juknis menyediakan dua moda, yaitu daring dan semi daring.

Berapa maksimal komputer yang ditangani satu proktor?

Maksimal 40 komputer klien untuk satu proktor menurut Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026.

Berapa komputer cadangan yang perlu disediakan?

Pedoman mewajibkan adanya komputer cadangan, sedangkan FAQ teknis resmi menyebut minimal 10% dari total komputer.

Apakah klien semi daring boleh menggunakan Wi-Fi?

Tidak menurut spesifikasi teknis yang dipublikasikan pada FAQ resmi. Klien semi daring menggunakan LAN 100/1000 Mbps.

Apakah internet tidak diperlukan sama sekali pada semi daring?

Tetap diperlukan. Komputer proktor membutuhkan koneksi internet untuk proses yang mencakup sinkronisasi dan pengunggahan respons serta akses layanan sistem.

Apakah laptop boleh menjadi komputer proktor semi daring?

Spesifikasi juknis menyebut komputer proktor semi daring berbentuk PC/All in One dan bukan laptop.

Siapa yang menangani kabel atau switch rusak?

Teknisi bertanggung jawab menyiapkan, mengonfigurasi, memelihara, serta melakukan perbaikan/penggantian perangkat komputer dan jaringan yang bermasalah.

Kapan komputer dan aplikasi seharusnya sudah siap?

Pedoman menyebut komputer, jaringan internet, dan instalasi aplikasi versi terbaru disiapkan paling lambat tujuh hari kalender sebelum waktu simulasi.

Apa yang dilakukan bila kendala teknis tidak dapat diselesaikan di sekolah/madrasah?

Proktor mencatat dan melaporkan masalah melalui mekanisme bantuan teknis resmi. Informasi Kemendikdasmen juga mengarahkan koordinasi ke Pusat Bantuan Teknis pada laman TKA.

16. Dasar, Metodologi, dan Sumber Resmi

Artikel ini disusun dari regulasi dan kanal resmi. Spesifikasi teknis dapat diperbarui melalui aplikasi, surat edaran, atau juknis terbaru; karena itu operator tetap perlu memeriksa kanal resmi menjelang simulasi dan pelaksanaan.

Kesimpulan

Kesiapan teknis TKA 2026 adalah hasil dari beberapa komponen yang harus bekerja bersama: jumlah komputer yang cukup, perangkat cadangan, moda yang tepat, jaringan yang stabil, listrik dan UPS, aplikasi resmi versi terbaru, ruang yang layak, serta proktor dan teknisi yang memahami pembagian tugasnya.

Pada moda daring, perhatian utama berada pada kestabilan akses internet seluruh perangkat. Pada semi daring, fokus bertambah pada kekuatan komputer proktor, LAN lokal, sinkronisasi, dan pengunggahan respons. Apa pun modanya, simulasi dan gladi bersih seharusnya diperlakukan sebagai uji sistem nyata, bukan sekadar formalitas sebelum pelaksanaan utama.

Dari sudut operasional Hosch.id, indikator kesiapan yang paling berguna adalah apakah tim dapat melokalisasi gangguan dengan cepat, memindahkan peserta ke perangkat cadangan tanpa improvisasi berisiko, dan meninggalkan catatan insiden yang dapat ditindaklanjuti. Infrastruktur yang terdokumentasi dan diuji lebih mudah dipulihkan daripada sistem yang hanya terlihat “normal” saat tidak dibebani.

Seri TKA 2026 Hosch.id

Lanjutkan ke panduan TKA lain dalam klaster ini sesuai kebutuhan peserta, sekolah, madrasah, proktor, guru, dan orang tua.